Skip to main content Skip to search

Penghasilan

Mengelola Penghasilan dengan Prinsip 10 – 20 – 30 – 40

Mengelola penghasilan merupakan salah satu bagian yang sangat penting sebelum memulai investasi di reksa dana. Sederhana saja, kalau tidak ada dana, tentu tidak bisa menjadi investor reksa dana. Pertanyaannya, bagaimana cara mengelola penghasilan yang baik ?

Untuk menjadi investor reksa dana, tidak dibutuhkan dana yang besar. Saat ini sudah banyak manajer investasi dan agen penjual yang menetapkan Rp 100.000 sebagai minimum investasi. Mulai ada juga yang menetapkan Rp 10.000 sebagai minimum untuk membuka rekening reksa dana.

Yang menjadi permasalahan bukanlah Rp 10.000, Rp 100.000 atau bahkan Rp 10 juta yang menjadi minimum pembukaan. Sebab untuk yang penghasilannya besar sekalipun, jika semuanya dihabiskan untuk pengeluaran konsumtif tentu tidak ada sisa yang bisa diinvestasikan atau bahkan harus berhutang.

Mengelola penghasilan juga bukan berarti harus hidup berhemat dan tidak menikmati hidup sama sekali. Sepanjang direncanakan dengan baik, tetap ada porsi yang bisa digunakan untuk menikmati hidup dalam batasan yang wajar.

Salah satu referensi yang bisa digunakan dalam melakukan perencanaan bagaimana menghabiskan penghasilan adalah prinsip 10 – 20 – 30 – 40. Penjumlahan dari 10 + 20 + 30 + 40 adalah 100. Angka tersebut menunjukkan berapa persen dari penghasilan yang sebaiknya dialokasikan.

(Dok. Rudiyanto Zh)

(Dok. Rudiyanto Zh)

10 Persen untuk Kebaikan

Berapapun penghasilan anda, besar ataupun kecil, upayakanlah untuk selalu berbuat kebaikan. Definisi berbuat kebaikan itu amat luas, tidak terbatas hanya pada memberikan donasi di tempat ibadah, tapi juga hal lain seperti berbakti kepada orang tua dan memberikan bantuan secara bijaksana kepada orang lain yang membutuhkan.

Angka ini juga bukanlah angka pasti yang sifatnya wajib, jika anda masih dalam tahap awal berkarir sehingga penghasilannya belum besar, bisa lebih kecil dari angka tersebut namun upayakan tetap ada.

Sebaliknya jika karier atau usaha anda sukses, tidak menutup kemungkinan juga untuk memberikan di atas persentase tersebut.

20 Persen untuk Masa Depan

Dalam konteks keuangan, persiapan untuk masa depan mencakup hal seperti Dana Darurat, Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Dana Pendidikan Anak, Dana Pensiun, Dana untuk DP Rumah (bagi yang belum memiliki), Mengembangkan Kekayaan dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.

Untuk pemenuhan Masa Depan tersebut bisa menggunakan berbagai produk jasa keuangan dan investasi seperti tabungan, deposito, asuransi dan reksa dana atau emas. Yang paling penting dalam pemilihan produk di atas adalah masyarakat harus memahami bahwa yang namanya investasi itu mengandung risiko.

Dengan memahami risiko, cara kerja, dan juga dengan hak dan kewajiban dalam produk jasa keuangan, maka masyarakat bisa menikmati potensi penghasilan dari produk tersebut di masa mendatang. Hal ini juga sesuai dengan slogan reksa dana “Pahami, Nikmati”.

30 Persen Cicilan

Dengan harga rumah yang semakin meningkat, jalanan yang semakin macet, dan fasilitas tranportasi publik yang mungkin belum tersedia secara merata di semua tempat, adalah sangat mungkin jika seseorang memiliki cicilan untuk rumah / apartemen dan kendaraan.

Memiliki hutang dan cicilan dalam konteks perencanaan keuangan masih baik sepanjang digunakan untuk membeli rumah, kendaraan, atau peralatan untuk kebutuhan yang sifatnya produktif. Untuk rumah dengan status sewa juga bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Namun apabila digunakan untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif seperti membeli gadget mewah, jalan-jalan, maka secara perencanaan keuangan itu kurang baik.

Hal ini tidak berarti tidak boleh konsumtif, hanya saja kalau bisa jangan berutang untuk hal yang sifatnya konsumtif tersebut. Jika memang dananya belum cukup, belilah yang sesuai kemampuan. Bagi yang sudah terlanjur berhutang untuk pengeluaran konsumtif, jika memungkinkan, bisa dilunasi secepatnya.

Ada satu kutipan dari bapak Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, tentang bagaimana mengatur pengeluaran. Kutipannya sebagai berikut “If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need”

40 Persen Kebutuhan

Persentase inilah idealnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk didalamnya biaya makan, transportasi, tagihan utilitas, pulsa telepon, langganan televisi, keanggotaan olahraga, hobi, pakaian, rekreasi dan sebagainya.

Semua dari yang sifatnya kebutuhan pokok, sampai gaya hidup silakan dimasukkan dalam alokasi ini. Dalam kasus terjadi hal pengeluaran yang sifatnya darurat seperti masuk rumah sakit atau ada kerabat yang meninggal, maka posnya diambil dari alokasi 20% untuk masa depan.

Aplikasi Konsep 10 – 20 – 30 – 40

Konsep di atas apabila diaplikasikan, contohnya sebagai berikut. Misalkan penghasilan per bulan Rp 4 juta, maka sebanyak Rp 400.000 untuk Kebaikan, Rp 800.000 untuk Masa Depan, Rp 1.200.000 untuk Cicilan dan Rp 1.600.000 untuk Kebutuhan.

Jika anda termasuk kategori yang berpenghasilan di atas rata-rata misalkan dengan penghasilan Rp 10 juta, maka alokasinya menjadi Rp 1.000.000 untuk kebaikan, Rp 2.000.000 untuk Masa Depan, Rp 3.000.000 untuk Cicilan dan Rp 4.000.000 untuk kebutuhan.

Alokasi di atas bersifat usulan, anda dapat menyesuaikan sendiri sesuai dengan kondisi keuangan anda. Dan jika anda termasuk kategori masyarakat yang berpenghasilan jauh di atas rata-rata sehingga sebenarnya 10 persen dari penghasilan anda sudah cukup untuk kebutuhan, maka beberapa komponen di atas juga bisa dibalik seperti 10 persen untuk Kebutuhan dan 40 persen untuk Kebaikan.

Bagaimana jika dengan alokasi tersebut, ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan? Ada kemungkinan itu merupakan kode alam yang sangat keras kepada anda untuk segera membenahi keuangan dan bekerja lebih keras untuk meningkatkan penghasilan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber: Kompas

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

5 Strategi Cerdas Mengatur Keuangan Freelancer

Dari pendapatan yang melebihi gaji karyawan hingga tidak ada pendapatan sama sekali, pasti pernah dirasakan oleh freelancer. Tentunya, karena keuangan yang bergantung dari penawaran pekerjaan, seorang freelancer yang kurang pintar mengatur keuangannya akan merasa kesulitan.

Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para freelancer adalah kemampuan mengatur keuangan agar segala kebutuhan Anda terpenuhi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membantu pengaturan keuangan yang lebih baik.

#1 Pemilihan Proyek yang Tepat

Sebelum mengatur arus kas keuangan Anda, yang pertama yang harus Anda atur adalah penghasilan Anda.

Salah satu tips untuk menikmati keuangan yang lebih stabil adalah mengusahakan agar setiap bulannya Anda mendapatkan penghasilan. Dengan penghasilan ‘tidak tetap yang tetap’, Anda akan lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan secara rutin, salah satunya adalah dengan mempromosikan jasa Anda.

Semakin banyak nama Anda di mana-mana, semakin orang akan mengenal Anda. Selain mendapatkan penghasilan secara rutin, Anda juga harus cermat dalam memilih pekerjaan. Hitunglah waktu dan biaya yang harus Anda habiskan untuk pengerjaan proyek tersebut dan penghasilan yang didapatkan dari proyek tersebut. Jika seimbang, maka Anda dapat mengerjakannya. Jika pengeluaran melebihi penghasilan, sebaiknya lewati proyek tersebut.

#2 Mencatat Penghasilan dan Pengeluaran

Pada dasarnya, kas keuangan terdiri dari 2 aspek, pendapatan dan pengeluaran. Bagi seorang freelancer, pendapatan bukan berarti gaji, tetapi penghasilan yang Anda terima dari pekerjaan lepas waktu. Penghasilan seorang freelancer tidak tetap, oleh karena itu memiliki detail laporan mengenai pendapatan sangatlah penting.

Cantumkan jenis proyek serta tanggal pengerjaannya, kemudian tanggal pembayaran serta nominal yang diterima Setelah mencatat pemasukan, maka selanjutnya adalah biaya yang Anda habiskan setiap harinya yang dicatat dalam pengeluaran. Simpan struk belanja, atau struk pembayaran Anda setiap bulan sehingga Anda memiliki rekam jejak ke mana uang tersebut Anda habiskan. Dari laporan pemasukan dan pengeluaran ini, Anda dapat memperkirakan jumlah anggaran bulanan Anda di awal bulan. Setelah melakukan proyeksi anggaran, aturlah pengeluaran harian Anda sesuai dengan pengaturan anggaran yang telah Anda susun.

#3 Mengendalikan Pengeluaran

Berbeda dengan karyawan perusahaan yang pengeluaran bisnisnya dikeluarkan oleh perusahaan, sebagai freelancer, Anda harus memakai dana pribadi untuk mendanai pengeluaran pribadi serta pengeluaran bisnis.

Tetapi, Anda harus pintar membedakan kedua pengeluaran ini. Mengapa? Alasan yang pertama adalah agar Anda dapat menghitung berapa tarif yang harus Anda kenakan pada konsumen. Jumlah tarif Anda tentunya bergantung pada berapa banyak pengeluaran yang Anda keluarkan untuk bisnis serta keuntungan yang ingin Anda terima.

Kedua, Anda lebih mudah mengendalikan pengeluaran pribadi Anda karena tidak tercampur dengan pengeluaran bisnis. Salah satu cara mudah untuk membantu Anda adalah memiliki pos dana untuk masing-masing pengeluaran serta anggaran untuk masing-masing pengeluaran. Aturlah pengeluaran Anda agar tidak melebihi anggaran yang telah disediakan. Berhematlah pada pengeluaran pribadi Anda, jika ada pengeluaran-pengeluaran yang dapat disubstitusi dengan yang lebih murah maka lakukanlah. Selain itu, Anda juga harus pintar-pintar dalam mengeluarkan uang untuk keperluan bisnis, misalnya jika Anda harus bertemu dengan klien, carilah tempat umum sepertifood court atau café sehingga Anda dapat berbicara lebih lama tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

#4 Pos Dana Darurat

Sebagai freelancer, memiliki pos dana darurat sangatlah penting karena Anda tidak dapat memastikan kapan Anda akan mendapatkan orderan serta kapan Anda dibayar. Menyisihkan pendapatan di rekening tabungan yang berbeda atau di tempat yang berbeda dengan tabungan biasa akan membantu Anda untuk lebih mudah mengatur keuangan.

Biasanya, Anda cukup menyisihkan 10% dari pendapatan bulanan Anda setiap bulannya untuk ditabung di pos dana darurat. Besarnya jumlah ini tentunya relatif tergantung dengan gaya hidup masing-masing. Umumnya, Anda perlu memiliki dana tunai yang mencukupi kebutuhan 3-6 bulan Anda ketika tidak bekerja. Untuk mendapatkan tambahan pendapatan sebagai dana darurat, Anda juga dapat melakukan banyak pekerjaan sekaligus atau menerima beberapa proyek sekaligus, dengan catatan Anda dapat menyelesaikan semuanya dengan hasil yang berkualitas.

#5 Investasi

Selain menabung, uang yang telah Anda sisihkan sebaiknya Anda investasikan. Terdapat 3 hal yang harus Anda investasikan, sebagai seorang freelancer, yaitu alat, keterampilan & pengetahuan serta uang. Investasi sebagai alat berarti Anda menggunakan uang untuk investasi pada peralatan yang mendukung pekerjaan Anda sebagai freelancer. Misalnya, Anda adalah seorang pemusik, maka berinvestasilah pada alat-alat musik. Atau jika Anda seorang Youtuber, maka berinvestasilah pada kamera atau microphone. Yang kedua adalah keterampilan dan pengetahuan, di mana Anda mengikuti kursus atau kelas terbuka yang ditujukan untuk menambah ilmu Anda sebagai seorang freelancer.

Sumber: DetikLiputan6

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more