Skip to main content Skip to search

Pembukuan

Constructing an Income Statement

The income statement is another name for the small business owner’s profit and loss statement. This is our second section of the accounting series. We will give how’s to constructing an income statement with objectives as explain the format of the income statement, record transactions, and prepare a simple income statement.

Have any questions? Leave us comments below with #tanyaFMBpartner!

FMB Partner menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak lengkap dengan penghitungan risiko perpajakannya. Sebelum terhambat, sebelum terlambat, sila tanya dan hubungi kami di  +6221-39728888 atau admin@fmbpartner.com

Follow us on FMB Partner social media pages:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

Sedang Cari Investor? Begini cara Startup Sempurnakan Laporan Keuangan

Perusahaan perintis (startup) saat ini sedang giat mencari investor. Tujuannya untuk menjalankan bisnisnya terutama di sektor ekonomi digital. Untuk itu semua perusahaan startup diimbau harus membuat laporan keuangan yang baik. Tujuannya untuk menarik minat para penanam modal.

Sehingga perlu diperhatikan lagi apakah pencatatannya sudah benar. Apakah para startup memiliki sistem untuk mencatat transaksi keuangan. Apakah para startup dapat membuat laporan dengan baik.

Pengelolaan pembukuan yang kurang maksimal sudah sangat cukup untuk membuat takut banyak orang yang ingin memulai bisnis mereka. Namun dengan sistem yang tepat, mengurus catatan keuangan yang sederhana tidak harus menjadi hal yang sulit. Itu hanya tentang merinci pendapatan dan pengeluaran usaha dari awal dan menjaga catatan agar akurat secara berkala.

Berikut adalah pembukuan dan akuntansi sederhana untuk startup yang dapat langsung dilakukan.

Ada beberapa hal yang Anda butuhkan untuk menjalankan pembukuan secara mendasar adalah:

  • Buku kas untuk mencatat uang masuk dan keluar;
  • Buku besar penjualan untuk merinci uang yang diterima dan jumlah hutang;
  • Buku besar pembelian untuk melacak pengeluaran;
  • Dan sebuah buku upah, yang memberikan rincian pembayaran gaji dan asuransi.

Sebagai sebuah start up, Anda mungkin memutuskan bahwa menggunakan sumber daya untuk menemukan bookkeeper dan akuntan yang sesuai untuk menyimpan catatan keuangan Anda adalah pilihan yang lebih baik – terutama jika Anda tidak merasa cukup percaya diri untuk mengatasinya sendiri. Seorang bookkeeper atau akuntan yang baik dapat memastikan Anda menyimpan catatan keuangan yang tepat, terus memonitor keadaan finansial Anda serta membantu membangun dan mengembangkan bisnis Anda. Mereka juga dapat membantu Anda bahkan untuk menghindari kesalahan yang berpotensi sangat mahal dan merugikan bisnis Anda!

Jika Anda memutuskan untuk melakukan pembukuan sendiri, Anda akan perlu:

  • Menyimpan tanda terima dalam penerimaan pembelian tunai dan faktur untuk semua pengeluaran bisnis seperti tagihan listrik, laporan bank dan kartu kredit;
  • Mengurus catatan gaji (jika Anda mempekerjakan orang);
  • Dan menyimpan catatan PPN (jika Anda terdaftar).

Anda dapat menyimpan ‘pembukuan’ ini dalam bentuk catatan kertas atau spreadsheetdalam komputer. Tetapi kebanyakan bisnis sekarang lebih memilih untuk menggunakan software pembukuan sederhana untuk melacak pendapatan dan pengeluaran. Disisi lain, Anda harus menyiapkan rekening bank yang hanya khusus untuk bisnis. Hindari menggunakan akun pribadi Anda untuk menerima pembayaran atau membeli sesuatu untuk bisnis Anda.

Sistem Pembukuan Elektronik

Software akuntansi memiliki harga yang variatif, berkisar dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah perbulan (tergantung kebutuhan pebisnis). Anda bahkan bisa membuatnya dengan sebuah lembar sederhana dalam perangkat spreadsheet populer, seperti Microsoft Excel.

Kesadaran akan pentingya akuntansi dalam bisnis serta didukung oleh berkembangnya kemajuan teknologi digital melahirkan proses akuntansi khusus yang mutakhir dan mudah digunakan, bahkan bagi mereka yang terbatas pengetahuannya terkait akuntansi. Beberapa manfaat yang ditawarkan:

  • Kesalahan dapat diperbaiki dengan cepat (yang lebih rumit bila menggunakan sistem manual),
  • Mendapatkan gambaran arus kas Anda semudah klik mouse,
  • Laporan keuangan juga dapat diperoleh dengan satu sentuhan tombol. Anda juga dapat melihat pola penjualan dan biaya, yang dapat membantu dalam penganggaran dan pengambilan keputusan bisnis.

Investor akan melihat kemampuan perusahaan start up kelola keuangannya. Jika sebuah perusahaan startup sudah memiliki pembukuan yang baik, para calon penanam modal akan mendapatkan bayangan bagaimana kinerja perusahaan pada masa awal berkembang yang kemudian akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Laporan keuangan adalah penting sebagai basis penghitungan prospek ke depan. Sehingga, ketika investor menyetujui untuk menanamkan modal, dan di masa mendatang ada kebutuhan untuk menambah kapasitas sumber daya manusia (SDM) atau fasilitas seperti gedung, laporan itu bisa dipakai sebagai landasan.

Jika sudah memiliki pembukuan yang baik dan benar, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan perusahaan startup ialah non financial majors atau sisi nonkeuangan yang dapat diukur dan dikaitkan dengan uang di masa mendatang.

Menjalankannya sendiri atau menggunakan seorang akuntan?

Mempekerjakan secara penuh seorang bookkeeper ataupun akuntan tidak layak bagi banyak start up. Kadang-kadang peran tersebut dikombinasikan dengan tugas lain seperti administrasi dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, Anda dapat menggunakan seorang paruh waktu atau mungkin outsourcing seorang akuntan yang sudah berpengalaman dalam melakukan pembukuan dan laporan keuangan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembukuan dan proses akuntansi secara online.

Seperti di FMB Partner, para akuntan kami telah berpengalaman dalam membantu para startup ternama dengan laporan keuangan, pembukuan dan review keuangan. Dengan klien mencakup hingga 30% nya startup, kami mengerti keunikan dan kebutuhan khusus masing-masing startup. Untuk tanya jawab atau diskusi lebih lanjut, Anda dapat hubungi:

Managing Partner,
Ivan Liyanto
ily@fmbpartner.com
+62 899 6777 879

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Sumber : TribunnewsJurnal.

Read more

Solusi untuk Wajib Pajak Profesi Agar Tak Lebih Bayar Pajak

Setelah mendapat protes dari Artis bahwa setelah amnesti pajak berakhir, mereka menjadi harus membayar pajak lebih tinggi dari sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengimbau kepada seluruh Wajib Pajak (WP) terutama pada pekerja profesi untuk memiliki pembukuan penghasilan. Seperti artis, pengacara, dokter dan profesional lainnya.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, pembukuan penghasilan ditujukan untuk penghitungan pajak per tahunnya yang lebih jelas dan lebih murah dibandingkan dengan tidak memiliki pembukuan penghasilan.

Menurut Ken, membuat pembukuan tentunya bukan sesuatu yang sulit bagi profesi artis karena hanya mencatat berapa yang mereka hasilkan dan berapa yang merka keluarkan sebagai biaya. Jika WP memiliki pembukuan, maka jumlah pajak penghasilan terutang bisa lebih rendah karena tarif pajak langsung dikalikan dengan penghasilan neto WP tanpa memperhitungkan tarif norma.

Sebagai informasi, sesuai Pasal 1 Peraturan Direktorat Jenderal (Perdirjen) Pajak Nomor 17 Tahun 2015 tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto (pasal 17 UU PPh), kewajiban penyelenggaran pembukuan ditujukan kepada WP orang pribadi yang melakukan usaha dengan peredaran brutonya mencapai Rp4,8 miliar atau lebih dalam satu tahun.

Di mana, aturan tersebut yakni tarif normal x (penghasilan yang telah dikurangi biaya) – PTKP x tarif pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh). Sebagai contoh, artis dengan penghasilan Rp 500 juta dikurangi biaya Rp 100 juta dikalikan tarif normal yang sebesar 62,5% lalu dikurangi PTKP per tahun Rp 54 juta, setelah itu dikalikan tarif PPh 25% sehingga pajak yang dibayarkan sebesar Rp 49 juta.

Atau perhitungannya seperti ini 62,5% x (Rp 500 juta – Rp 100 juta) – PTKP x 25% = Rp 49 juta.
Sementara, bagi WP yang peredaran bruto dari usahanya kurang dari Rp4,8 miliar, WP terkait wajib menyelenggarakan pencatatan, kecuali WP yang bersangkutan memilih menyelenggarakan pembukuan. Bagi WP yang menyelenggarakan pencatatan dan menerima atau memperoleh penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan (PPh) bersifat final, dan penghitungan penghasilan netonya menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto. yang dirumuskan pada Perdirjen Pajak Nomor 15/2015.

Yakni, (tarif normal x penghasilan) – PTKP x tarif PPh. Sebagai contoh, artis dengan penghasilan Rp 500 juta per tahun dikalikan tarif normal sebesar 62,5% lalu dikalikan 25%, atau (62,5% x Rp 500 miliar) – PTKP x 25% dan hasilnya adalah Rp 64 juta.

Hal ini selain membantu pelaporan dan perhitungan pajak juga mendorong para profesi untuk melakukan pembukuan. Meski demikian, Ken mengungkapkan, imbauan mengenai pembuatan pembukuan penghasilan ini perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Budgeting for Business

Jika Anda tidak yakin tentang kemampuan pembukuan Anda bahkan dengan bantuan perangkat lunak akuntansi, Anda mungkin ingin menggunakan jasa akuntan untuk melakukan pembukuan dan pencatatan Anda secara bulanan. FMB Consultant siap dan menyediakan jasa tersebut termasuk mengaudit buku-buku triwulanan dan menyiapkan laporan bisnis akhir tahun dan pajak. Untuk informasi lebih lanjut atau diskusi tentang jasa kami, silahkan hubungi kontak yang tersedia di bawah ini. Demikian artikel “Solusi untuk para Profesi Agar Tak Lebih Bayar Pajak”.

Follow our blog and LinkedIn for more updates!

Managing Partner:

Ivan Liyanto, ily@fmbpartner.com

Client Management:

admin@fmbpartner.com

 

Official LinkedIn Page | www.fmbconsultant.com

Read more

Tips Memilih Accounting Software untuk UMKM

Sebelum Anda membeli sebuah software akuntansi, ada baiknya untuk melihat artikel tips ini:

1. Haruskah Anda Menggunakan Accounting Software?

Menggunakan accounting software dapat menyimpan banyak waktu bila dibandingkan dengan melakukan pembukuan dengan buku secara manual dan biasanya lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan spreadsheet. Hal ini karena accounting software mengurangi atau mengeliminasi entri data yang berlebihan, seperti memasukkan alamat pelanggan ke dalam quote, lalu memasukkan work order, dan kemudian membuat invoice.

Bila Anda adalah pemilik tunggal bisnis/usaha tanpa memiliki karyawan, memiliki sedikit inventori atau tidak sama sekali dan beberapa pelanggan, mungkin Anda tidak memerlukan accounting software. Namun untuk pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki inventori, dengan pelanggan dan karyawan yang lebih banyak, penggunaan accounting software akan menghemat waktu dan memiliki pencatatan yang lebih akurat.

Beberapa accounting software kini lebih mudah digunakan daripada sebelumnya, dan accounting software untuk UMKM telah didesain mudah untuk digunakan oleh seseorang tanpa latar belakang akunting sekalipun.

2. Apa Fitur Accounting Software Yang Anda Butuhkan?

Persempit pilihan accounting software Anda dengan membuat daftar fitur accounting software untuk UMKM yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis Anda. Beberapa fitur accounting software untuk UMKM termasuk:

  • Manajemen Inventori
  • Sales tracking
  • Manajemen kontak pelanggan / Customer contacts management
  • Merchant account support untuk menerima pembayaran kartu kredit
  • Budgeting
  • Estimasi
  • Payroll
  • Laporan Pajak Usaha

Accounting Software Untuk Spesifik Industri

Beberapa accounting software ada yang didesain secara spesifik untuk industri-industri tertentu seperti konstruksi, manufaktur, dan distributor wholesale. Bila UMKM Anda termasuk ke dalam kategori industri tertentu, maka akan lebih mudah menemukan fitur accounting software yang cocok dengan persyaratan bisnis Anda.

Diskusikan Sebelum Memilih

Sebelum Anda membeli accounting software, diskusikan terlebih dahulu kepada setidaknya tiga orang atau lebih yang menggunakan accounting software di bidang atau industri bisnis yang sejenis atau mirip dengan bisnis Anda. Diskusikan apa yang mereka sukai dari accounting software yang mereka gunakan dan hal apa yang perlu peningkatan/perbaikan. Anda mungkin akan menemukan bahwa tidak ada accounting software yang sempurna untuk bisnis Anda, namun jangan berkecil hati. Tujuan Anda adalah untuk mencari accounting software yang terbaik untuk kebutuhan UMKM Anda.

3. Pertimbangan Memilih Accounting Software

Kini, setelah mempersempit pilihan accounting software Anda, bawalah daftar pertanyaan ini bersama Anda saat Anda akan membeli accounting software untuk UMKM.

Akankah accounting software ini berkembang beriringan dengan bisnis Anda? Cari tahu apakah software tersebut memiliki modul-modul yang dapat Anda tambahkan nanti saat dibutuhkan. Sebuah modul biasanya akan ditambah setelah bisnis berkembang untuk payroll accounting.

Bila modules tersebut tidak bisa ditambahkan, apakah software dapat di-upgrade dengan mudah untuk mencapai versi yang dibutuhkan dalam accounting software yang sama? Atau, apakah software mendukung ekspor data ke bentuk seperti CSV sehingga dapat terbaca ?

Apa accounting software yang didukung oleh Bank Anda? Dapat mengunduh data transaksi dari bank Anda akan sangat menghemat waktu, jadi cari tahu accounting software apa yang bekerja sama dengan bank yang Anda gunakan.

Online atau desktop accounting software?Online accounting software adalah software berbasis-web yang dioperasikan melalui jendela internet (internet browser). Online accounting software biasanya lebih nyaman untuk mengakses data akunting dan pencatatan dari beberapa komputer.

Dapatkah akses dibatasi untuk beberapa pengguna? Bila terdapat lebih dari satu pengguna, maka dibutuhkan satu pengguna yang memiliki akses penuh untuk semua fungsi, dan pengguna lainnya hanya dapat akses untuk area entri data dan tidak laporan.

Apakah accounting software ini memiliki uji coba gratis? Akan sangat lebih baik bila Anda dapat mencoba software tersebut sebelum dibeli. Untuk melihat sejauhmana fungsi dokumentasi software tersebut, klik Bantuan/Help pada bagian uji coba gratis/free trial, kemudian cari panduan pengguna atau tutorial.

Artikel ini pertama di-posting oleh Shelley Elmblad di TheBalance.com, terjemahan dan gubahan oleh FMB Consultant.
Read more

Cara Cerdas Mengelola dan Menyimpan Uang

 

Meskipun Anda terhitung millenials ataupun tidak, baik masih merintis ataupun sudah sukses, sebelum Anda mulai membuat uang dari bisnis, penting untuk Anda mencari tahu bagaimana cara mengelola keuangan seperti: menerima pembayaran, menerapkan syarat & ketentuan pembayaran tersebut, dan mengelola keuangan Anda yang tepat.

Ilustrasi: My Domaine

Untuk itu dengan artikel ini, terdapat beberapa hal yang akan membantu:

  1. Mendapatkan bayaran

Mendapatkan bayaran dapat menjadi rumit karena Anda harus mengelola operasional bisnis dan juga menjaga arus uang Anda dengan lancar. Pemahaman atas cara mengelola keuangan  yang tepat waktu harus menjadi prioritas, bahkan jika Anda memilih untuk menyewa seorang akuntan atau pembukuan untuk mengelola keuangan Bisnis Anda. Anda masih perlu untuk membiasakan diri dengan pembukuan dan pengelolaan uang prinsip-prinsip dasar dan kegiatan seperti memahami kredit, membaca laporan bank dan formulir pajak, dan membuat evaluasi piutang dan hutang.

Anda juga harus memberikan pertimbangan hati-hati dengan pilihan cara pembayaran pelanggan Anda, termasuk uang tunai, cek, kartu debit, kartu kredit dan pilihan pembayaran online, serta membangun syarat pembayaran dan penagihan utang jika terjadi gagal bayar.

  1. Membuka Rekening Bank

Setelah memilih nama dan mendaftarkan bisnis Anda, Anda akan perlu untuk membuka rekening bank komersial sebagai salah satu dasar cara mengelola keuangan. Menyiapkan rekening bank bisnis mudah. Mulailah dengan memilih bank yang Anda memberikan Anda kemudahan dalam berbisnis. Pada umumnya pada saat , Anda membutuhkan identifikasi pribadi serta identifikasi bisnis Anda kertas pendaftaran dan izin usaha, karena ini biasanya diperlukan untuk membuka rekening bank komersial. Langkah berikutnya adalah untuk deposit dana ke rekening baru Anda.

Jika Anda memiliki kredibilitas yang bagus di mata bank, Anda juga perlu meminta bank untuk melampirkan jalur kredit ke akun Anda, yang dapat sangat berguna ketika melakukan pembelian untuk bisnis atau selama periode penjualan melambat untuk menutupi biaya overhead hingga bisnis Anda naik kembali. Juga pastikan untuk bertanya tentang rekening kartu kredit merchant, rekening debit, dan layanan bisnis kecil lainnya.

  1. Pembukuan

Dasar berikutnya dalam cara mengelola keuangan ialah ketika tiba saatnya untuk menyiapkan buku keuangan Anda, Anda memiliki dua pilihan – melakukannya sendiri atau menyewa seorang akuntan atau admin bagian pembukuan. Anda mungkin ingin melakukan keduanya dengan menjaga buku-buku Anda sendiri dan menyewa seorang akuntan untuk menyusun laporan keuangan akhir tahun dan formulir pajak. Jika Anda memilih untuk menyimpan buku-buku Anda sendiri, pastikan Anda mengerti tentang prinsip-prinsip dasar akuntansi karena bila tidak maka investasi dalam perangkat lunak akuntansi seperti Zahir atau Accurate akan menjadi hal yang tidak terpakai. Namun bila Anda memiliki pemahaman yang cukup atas akuntansi maka program software akuntansi memberikan kemudahan untuk Anda seperti membuat faktur, melacak saldo rekening bank dan informasi merchant account, dan melacak hutang dan piutang.

Ilustrasi: Investopedia

Jika Anda tidak yakin tentang kemampuan pembukuan Anda bahkan dengan bantuan perangkat lunak akuntansi, Anda mungkin ingin menyewa akuntan untuk melakukan buku Anda secara bulanan dan akuntan untuk mengaudit buku-buku triwulanan dan menyiapkan laporan bisnis akhir tahun dan pajak kembali. Untuk menemukan seorang akuntan atau pembukuan Anda dapat menghubungi FMB Consultant.

Demikian artikel “Cara Cerdas Mengelola dan Menyimpan Uang” bagian pertama. Follow our blog and LinkedIn for more updates!

Read more

Alasan Penting Melakukan Pembukuan untuk Bisnis

Ada berbagai macam persyaratan agar bisa membangun bisnis yang kuat dan besar. Salah satu di antaranya adalah memiliki sistem pembukuan yang mencatat setiap transaksi keuangan. Sistem pembukuan idealnya menyajikan informasi pengeluaran dan pendapatan, disusun secara sistematis dan terperinci agar mampu memberikan gambaran valid tentang segala kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan uang, barang, dan komponen lain seperti utang dan piutang.

Dengan menyusun data keuangan yang sistematis, pelaku bisnis dapat melihat dan menganalisa perputaran modalnya serta mengambil langkah korektif jika terjadi penyimpangan dari rencana semula. Sayangnya, belum semua pelaku usaha memiliki kesadaran akan pentingnya pembukuan keuangan. Untuk itu, artikel ini akan membantu para pelaku usaha, small business dan UMKM untuk mengetahui pentingnya melakukan pembukuan atau akuntansi.

Sumber: Sweeney Conrad

Sumber: Sweeney Conrad

Dengan melakukan pembukuan maka akan semakin mudah untuk para pelaku usaha mengambil strategi jitu untuk mendongkrak bisnis mereka. Para pelaku UMKM atau small business, khususnya skala mikro memang masih enggan membuat laporan pembukuan. Padahal setiap perusahaan termasuk skala mikro dan kecil wajib memiliki sistem pembukuan dan laporan keuangan usaha sebagai alat manajemen kinerja.

Pembukuan pun dapat digunakan sebagai peta dalam membuat keputusan yang tepat untuk memaksimalkan profit, pengaturan arus kas, hingga mengambil perencanaan strategis. Syarat usaha mikro untuk menjadi besar adalah harus bisa membuat perencanaan strategis. Hal ini sulit dicapai oleh pelaku usaha yang tidak menerapkan pembukuan karena mereka cenderung tidak mampu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan.

Kondisi ini membuat pelaku usaha tidak dapat melihat jelas apakah bisnisnya benar-benar menguntungkan. Perusahaan juga tidak bisa mengetahui perkembangan, keuntungan, dan prospek usahanya untuk memudahkan perusahaan dalam meminjam modal tambahan atau menggaet investor di saat yang diperlukan. Karena lembaga keuangan mensyaratkan perusahaan yang layak diberi pinjaman harus berjalan minimal berjalan dua tahun dan memiliki prospek yang baik.

Dengan memisahkan keuangan dan mencatat setiap transaksinya, pelaku usaha akan lebih mudah menerapkan pembukuan biaya berupa pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan. Pembukuan biaya berperan membantu manajemen usaha dalam proses pengendalian dan perencanaan untuk memperbaiki efisiensi serta kualitas, baik untuk keputusan rutin maupun strategis atau jangka panjang.

Dengan sistem yang terkendali, perusahaan dapat mengatur biaya-biaya cadangan yang diperlukan untuk kondisi tertentu, misalnya renovasi tempat usaha ataupun membahagiakan karyawan dengan liburan bersama.

Kegunaan yang tak kalah penting dari pembukuan yakni untuk urusan pajak usaha/UMKM. Hal ini karena pembukuan menjadi suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan seperti harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, diakhiri dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi yang diperlukan untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Sumber: cdn-az.allevents.in

Sumber: cdn-az.allevents.in

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Apa yang bisa Anda ukur, bisa Anda kontrol. Apa yang bisa Anda kontrol, bisa Anda tingkatkan”. Alat ukur bagi sebuah usaha menjadi sangat penting jika seseorang ingin mengontrol dan meningkatkan hasil dari usaha tersebut. Alat ukur yaitu akuntansi/pembukuan tidaklah sulit untuk dilakukan bila Anda giat mencatat setiap transaksi usaha atau bila Anda memiliki seseorang yang membantu melakukan semua pencatatan dengan terpercaya.

FMB Consultant hadir untuk membantu Anda  melakukan pembukuan yang terperinci dan terpercaya. Dengan tim yang telah berpengalaman lebih dari 8 tahun, kami akan menyediakan jasa pembukuan yang dapat meningkatkan prospek bisnis Anda. Untuk diskusi santai mengenai pembukuan, Anda dapat kunjungi www.fmbconsultant.com atau hubungi Managing Partner kami di ivan@fmbconsultant.com

 

Official LinkedIn Page | www.fmbconsultant.com

 

Artikel ini dikelola dari berbagai sumber:
Business Lounge Journals dan Industri Bisnis.com
Read more