Skip to main content Skip to search

Keuangan

Constructing a Cash Flow Statement

A cash flow statement is used together with the income statement and balance sheet to give you a full financial picture of your business. This is our third section of the accounting series. We give how’s to constructing a cash flow statement with objectives, profit & cash, and calculating operating cash flows within the examples.

Have any questions? Leave us comments below with #tanyaFMBpartner!


FMB Partner menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak lengkap dengan penghitungan risiko perpajakannya. Sebelum terhambat, sebelum terlambat, sila tanya dan hubungi kami di  +6221-39728888 atau admin@fmbpartner.com

Follow us on FMB Partner social media pages:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

Constructing an Income Statement

The income statement is another name for the small business owner’s profit and loss statement. This is our second section of the accounting series. We will give how’s to constructing an income statement with objectives as explain the format of the income statement, record transactions, and prepare a simple income statement.

Have any questions? Leave us comments below with #tanyaFMBpartner!

FMB Partner menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak lengkap dengan penghitungan risiko perpajakannya. Sebelum terhambat, sebelum terlambat, sila tanya dan hubungi kami di  +6221-39728888 atau admin@fmbpartner.com

Follow us on FMB Partner social media pages:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

Finance Control with ERP/SAP System

Peran Sistem dalam Mengontrol Bisnis

  • Meminimalisasi human error/ kesalahan manusia.
  • Efektif dan efisiensi dalam hal waktu
  • Paper less, bisa mngurangi biaya operasional dalam hal ini pembelian ATK
  • Dapat dilakukan dari mana dan kapan aja (real time)
  • Menghasilkan laporan yang akurat.

Simak slideshow berikut untuk penjelasan lengkap mengontrol bisnis Anda dengan ERP/SAP system:

Bagaimana FMB Partner membantu Anda

FMB Partner dapat membantu Anda dengan jasa one-stop-business-solution mulai dari set up sistem keuangan & akuntansi, pembukuan, review laporan keuangan, analisis laporan keuangan, projeksi keuangan hingga penghitungan dan pelaporan pajak pribadi maupun badan usaha yang komprehensif. Contact us for info and other tax practice at +62 21 397 288 88  or mail to ily@fmbpartner.com

_

Ikuti kami di akun resmi media sosial FMB Group:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

4 Rasio Keuangan Untuk Melihat Kesehatan Bisnis

Dalam beberapa hal, seringkali bisnis atau usaha perlu melihat secara mendalam pada struktur keuangan mereka. Untuk melihat secara detail kesehatan keuangan bisnis mereka, para pelaku bisnis akan menggunakan alat ukur untuk melakukan perbandingan terhadap posisi bisnisnya saat ini maupun periode bisnis sebelumnya. Periode bisnis yang dimaksud dapat berupa: bulanan, triwulan, bahkan tahunan. Sedangkan alat ukur untuk mengetahui perbandingan bisnis menggunakan rasio keuangan.

Rasio keuangan adalah satuan kuantitatif yang dihasilkan dari perbandingan antara dua data atau lebih yang menjadi komponen pada laporan keuangan suatu bisnis. Komponen – komponen tersebut bisa berupa modal, pendapatan, hutang, piutang, ataupun biaya yang dihasilkan selama periode bisnis berlangsung. Karena bersifat perbandingan, rasio keuangan biasanya disajikan dalam bentuk persentase (%).

Dalam perkembangannya, kondisi kesehatan bisnis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena tanpa didukung oleh kondisi kesehatan yang baik, suatu bisnis tidak dapat berkembang maksimal. Suatu bisnis dikatakan dalam kondisi sehat apabila memiliki beberapa indikator sebagai berikut: memiliki profitabilitas yang tinggi, efisiensi yang tinggi, dan solvabilitas yang tinggi. Untuk mengetahui ketiga indikator tersebut, pebisnis menggunakan rasio – rasio keuangan yang dihitung berdasarkan komponen pada laporan keuangan.

Rasio Likuiditas

Adalah kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau hutang yang harus dibayar dengan aktiva lancarnya.

Ini mengukur jumlah likuiditas (uang tunai dan aset yang dikonversi dengan mudah) yang Anda miliki untuk menutupi utang Anda, dan memberikan gambaran luas tentang kesehatan keuangan Anda.

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan Anda untuk menghasilkan uang tunai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka pendek Anda. Ini juga disebut rasio modal kerja, dihitung dengan membagi aset Anda saat ini — seperti uang tunai, persediaan dan piutang — dengan liabilitas Anda saat ini, seperti garis saldo kredit, utang, dan bagian lancar dari utang jangka panjang.

Rasio Profitabilitas

menunjukan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang dihasilkan dalam suatu bisnis.  Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM),atau Return of Asset (ROA).

Rasio Efisiensi

menunjukan kemampuan untuk meminimalisir biaya untuk menghasilkan profiabilitas dalam suatu bisnis.  Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), ataupun Operating Ratio.

Rasio Solvabilitas

menunjukkan indikasi keamanan suatu bisnis dari para pemberi pinjaman (Bank). Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Debt to Equity Ratio (DER), atau Debt to Total Asset Ratio (DAR).

Keempat indikator tersebut saling berhubungan, sehingga pebisnis harus bisa menjaga keseimbangan antara likuiditas, profitabilitas, efisiensi, dan solvabilitas yang dimiliki. Suatu bisnis yang memiliki ROA (profitabilitas) yang tinggi ditunjang oleh BOPO yang rendah (profitabilitas tinggi) sehingga menghasilkan DER (solvabilitas) yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, bisnis yang memiliki efisiensi yang rendah (BOPO tinggi) akan menghambat profitabilitas, dan menurunkan solvabilitas suatu bisnis.

Rasio keuangan dihitung berdasarkan hasil laporan keuangan pada periode bisnis berjalan, oleh karena itu dibutuhkan sistem pencatatan akuntansi yang terintegrasi dengan laporan keuangan. Dengan menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, maka pebisnis akan lebih mudah melakukan analisis rasio keuangan untuk mengetahui kesehatan bisnis. Karena sistem pencatatan akuntansi yang tepat akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat sehingga pebisnis dapat melakukan analisis terhadap kesehatan bisnisnya berdasarkan rasio – rasio keuangan.

Akan tetapi penilaian kesehatan bisnis dengan menggunakan rasio keua’ngan memiliki beberapa kekurangan, antara lain: tidak memasukan faktor non kuantitatif seperti persaiangan pasar dan kepuasan konsumen. Selain itu analisa kesehatan bisnis dengan menggunakan rasio keuangan sangat bergantung pada hasil laporan keuangan, sehingga setiap proses pencatatan keuangan hingga menjadi laporan harus menggunakan sistem yang cepat, akurat, dan sistematis agar analisis rasio keuangan bisa mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Rasio akan berbeda-beda pada setiap industru pun dari waktu ke waktu. Penafsiran rasio membutuhkan pengetahuan luas tentang bisnis Anda, industri dan alasan untuk fluktuasi yang ada. Pada hal ini, FMB Partner memiliki penawaran yang dapat membantu Anda untuk menafsirkan dan meningkatkan performa keuangan bisnis Anda.

Sumber: BDCSeventhsoft.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

Mengelola Penghasilan dengan Prinsip 10 – 20 – 30 – 40

Mengelola penghasilan merupakan salah satu bagian yang sangat penting sebelum memulai investasi di reksa dana. Sederhana saja, kalau tidak ada dana, tentu tidak bisa menjadi investor reksa dana. Pertanyaannya, bagaimana cara mengelola penghasilan yang baik ?

Untuk menjadi investor reksa dana, tidak dibutuhkan dana yang besar. Saat ini sudah banyak manajer investasi dan agen penjual yang menetapkan Rp 100.000 sebagai minimum investasi. Mulai ada juga yang menetapkan Rp 10.000 sebagai minimum untuk membuka rekening reksa dana.

Yang menjadi permasalahan bukanlah Rp 10.000, Rp 100.000 atau bahkan Rp 10 juta yang menjadi minimum pembukaan. Sebab untuk yang penghasilannya besar sekalipun, jika semuanya dihabiskan untuk pengeluaran konsumtif tentu tidak ada sisa yang bisa diinvestasikan atau bahkan harus berhutang.

Mengelola penghasilan juga bukan berarti harus hidup berhemat dan tidak menikmati hidup sama sekali. Sepanjang direncanakan dengan baik, tetap ada porsi yang bisa digunakan untuk menikmati hidup dalam batasan yang wajar.

Salah satu referensi yang bisa digunakan dalam melakukan perencanaan bagaimana menghabiskan penghasilan adalah prinsip 10 – 20 – 30 – 40. Penjumlahan dari 10 + 20 + 30 + 40 adalah 100. Angka tersebut menunjukkan berapa persen dari penghasilan yang sebaiknya dialokasikan.

(Dok. Rudiyanto Zh)

(Dok. Rudiyanto Zh)

10 Persen untuk Kebaikan

Berapapun penghasilan anda, besar ataupun kecil, upayakanlah untuk selalu berbuat kebaikan. Definisi berbuat kebaikan itu amat luas, tidak terbatas hanya pada memberikan donasi di tempat ibadah, tapi juga hal lain seperti berbakti kepada orang tua dan memberikan bantuan secara bijaksana kepada orang lain yang membutuhkan.

Angka ini juga bukanlah angka pasti yang sifatnya wajib, jika anda masih dalam tahap awal berkarir sehingga penghasilannya belum besar, bisa lebih kecil dari angka tersebut namun upayakan tetap ada.

Sebaliknya jika karier atau usaha anda sukses, tidak menutup kemungkinan juga untuk memberikan di atas persentase tersebut.

20 Persen untuk Masa Depan

Dalam konteks keuangan, persiapan untuk masa depan mencakup hal seperti Dana Darurat, Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Dana Pendidikan Anak, Dana Pensiun, Dana untuk DP Rumah (bagi yang belum memiliki), Mengembangkan Kekayaan dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.

Untuk pemenuhan Masa Depan tersebut bisa menggunakan berbagai produk jasa keuangan dan investasi seperti tabungan, deposito, asuransi dan reksa dana atau emas. Yang paling penting dalam pemilihan produk di atas adalah masyarakat harus memahami bahwa yang namanya investasi itu mengandung risiko.

Dengan memahami risiko, cara kerja, dan juga dengan hak dan kewajiban dalam produk jasa keuangan, maka masyarakat bisa menikmati potensi penghasilan dari produk tersebut di masa mendatang. Hal ini juga sesuai dengan slogan reksa dana “Pahami, Nikmati”.

30 Persen Cicilan

Dengan harga rumah yang semakin meningkat, jalanan yang semakin macet, dan fasilitas tranportasi publik yang mungkin belum tersedia secara merata di semua tempat, adalah sangat mungkin jika seseorang memiliki cicilan untuk rumah / apartemen dan kendaraan.

Memiliki hutang dan cicilan dalam konteks perencanaan keuangan masih baik sepanjang digunakan untuk membeli rumah, kendaraan, atau peralatan untuk kebutuhan yang sifatnya produktif. Untuk rumah dengan status sewa juga bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Namun apabila digunakan untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif seperti membeli gadget mewah, jalan-jalan, maka secara perencanaan keuangan itu kurang baik.

Hal ini tidak berarti tidak boleh konsumtif, hanya saja kalau bisa jangan berutang untuk hal yang sifatnya konsumtif tersebut. Jika memang dananya belum cukup, belilah yang sesuai kemampuan. Bagi yang sudah terlanjur berhutang untuk pengeluaran konsumtif, jika memungkinkan, bisa dilunasi secepatnya.

Ada satu kutipan dari bapak Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, tentang bagaimana mengatur pengeluaran. Kutipannya sebagai berikut “If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need”

40 Persen Kebutuhan

Persentase inilah idealnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk didalamnya biaya makan, transportasi, tagihan utilitas, pulsa telepon, langganan televisi, keanggotaan olahraga, hobi, pakaian, rekreasi dan sebagainya.

Semua dari yang sifatnya kebutuhan pokok, sampai gaya hidup silakan dimasukkan dalam alokasi ini. Dalam kasus terjadi hal pengeluaran yang sifatnya darurat seperti masuk rumah sakit atau ada kerabat yang meninggal, maka posnya diambil dari alokasi 20% untuk masa depan.

Aplikasi Konsep 10 – 20 – 30 – 40

Konsep di atas apabila diaplikasikan, contohnya sebagai berikut. Misalkan penghasilan per bulan Rp 4 juta, maka sebanyak Rp 400.000 untuk Kebaikan, Rp 800.000 untuk Masa Depan, Rp 1.200.000 untuk Cicilan dan Rp 1.600.000 untuk Kebutuhan.

Jika anda termasuk kategori yang berpenghasilan di atas rata-rata misalkan dengan penghasilan Rp 10 juta, maka alokasinya menjadi Rp 1.000.000 untuk kebaikan, Rp 2.000.000 untuk Masa Depan, Rp 3.000.000 untuk Cicilan dan Rp 4.000.000 untuk kebutuhan.

Alokasi di atas bersifat usulan, anda dapat menyesuaikan sendiri sesuai dengan kondisi keuangan anda. Dan jika anda termasuk kategori masyarakat yang berpenghasilan jauh di atas rata-rata sehingga sebenarnya 10 persen dari penghasilan anda sudah cukup untuk kebutuhan, maka beberapa komponen di atas juga bisa dibalik seperti 10 persen untuk Kebutuhan dan 40 persen untuk Kebaikan.

Bagaimana jika dengan alokasi tersebut, ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan? Ada kemungkinan itu merupakan kode alam yang sangat keras kepada anda untuk segera membenahi keuangan dan bekerja lebih keras untuk meningkatkan penghasilan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber: Kompas

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

5 Strategi Cerdas Mengatur Keuangan Freelancer

Dari pendapatan yang melebihi gaji karyawan hingga tidak ada pendapatan sama sekali, pasti pernah dirasakan oleh freelancer. Tentunya, karena keuangan yang bergantung dari penawaran pekerjaan, seorang freelancer yang kurang pintar mengatur keuangannya akan merasa kesulitan.

Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para freelancer adalah kemampuan mengatur keuangan agar segala kebutuhan Anda terpenuhi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membantu pengaturan keuangan yang lebih baik.

#1 Pemilihan Proyek yang Tepat

Sebelum mengatur arus kas keuangan Anda, yang pertama yang harus Anda atur adalah penghasilan Anda.

Salah satu tips untuk menikmati keuangan yang lebih stabil adalah mengusahakan agar setiap bulannya Anda mendapatkan penghasilan. Dengan penghasilan ‘tidak tetap yang tetap’, Anda akan lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan secara rutin, salah satunya adalah dengan mempromosikan jasa Anda.

Semakin banyak nama Anda di mana-mana, semakin orang akan mengenal Anda. Selain mendapatkan penghasilan secara rutin, Anda juga harus cermat dalam memilih pekerjaan. Hitunglah waktu dan biaya yang harus Anda habiskan untuk pengerjaan proyek tersebut dan penghasilan yang didapatkan dari proyek tersebut. Jika seimbang, maka Anda dapat mengerjakannya. Jika pengeluaran melebihi penghasilan, sebaiknya lewati proyek tersebut.

#2 Mencatat Penghasilan dan Pengeluaran

Pada dasarnya, kas keuangan terdiri dari 2 aspek, pendapatan dan pengeluaran. Bagi seorang freelancer, pendapatan bukan berarti gaji, tetapi penghasilan yang Anda terima dari pekerjaan lepas waktu. Penghasilan seorang freelancer tidak tetap, oleh karena itu memiliki detail laporan mengenai pendapatan sangatlah penting.

Cantumkan jenis proyek serta tanggal pengerjaannya, kemudian tanggal pembayaran serta nominal yang diterima Setelah mencatat pemasukan, maka selanjutnya adalah biaya yang Anda habiskan setiap harinya yang dicatat dalam pengeluaran. Simpan struk belanja, atau struk pembayaran Anda setiap bulan sehingga Anda memiliki rekam jejak ke mana uang tersebut Anda habiskan. Dari laporan pemasukan dan pengeluaran ini, Anda dapat memperkirakan jumlah anggaran bulanan Anda di awal bulan. Setelah melakukan proyeksi anggaran, aturlah pengeluaran harian Anda sesuai dengan pengaturan anggaran yang telah Anda susun.

#3 Mengendalikan Pengeluaran

Berbeda dengan karyawan perusahaan yang pengeluaran bisnisnya dikeluarkan oleh perusahaan, sebagai freelancer, Anda harus memakai dana pribadi untuk mendanai pengeluaran pribadi serta pengeluaran bisnis.

Tetapi, Anda harus pintar membedakan kedua pengeluaran ini. Mengapa? Alasan yang pertama adalah agar Anda dapat menghitung berapa tarif yang harus Anda kenakan pada konsumen. Jumlah tarif Anda tentunya bergantung pada berapa banyak pengeluaran yang Anda keluarkan untuk bisnis serta keuntungan yang ingin Anda terima.

Kedua, Anda lebih mudah mengendalikan pengeluaran pribadi Anda karena tidak tercampur dengan pengeluaran bisnis. Salah satu cara mudah untuk membantu Anda adalah memiliki pos dana untuk masing-masing pengeluaran serta anggaran untuk masing-masing pengeluaran. Aturlah pengeluaran Anda agar tidak melebihi anggaran yang telah disediakan. Berhematlah pada pengeluaran pribadi Anda, jika ada pengeluaran-pengeluaran yang dapat disubstitusi dengan yang lebih murah maka lakukanlah. Selain itu, Anda juga harus pintar-pintar dalam mengeluarkan uang untuk keperluan bisnis, misalnya jika Anda harus bertemu dengan klien, carilah tempat umum sepertifood court atau café sehingga Anda dapat berbicara lebih lama tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

#4 Pos Dana Darurat

Sebagai freelancer, memiliki pos dana darurat sangatlah penting karena Anda tidak dapat memastikan kapan Anda akan mendapatkan orderan serta kapan Anda dibayar. Menyisihkan pendapatan di rekening tabungan yang berbeda atau di tempat yang berbeda dengan tabungan biasa akan membantu Anda untuk lebih mudah mengatur keuangan.

Biasanya, Anda cukup menyisihkan 10% dari pendapatan bulanan Anda setiap bulannya untuk ditabung di pos dana darurat. Besarnya jumlah ini tentunya relatif tergantung dengan gaya hidup masing-masing. Umumnya, Anda perlu memiliki dana tunai yang mencukupi kebutuhan 3-6 bulan Anda ketika tidak bekerja. Untuk mendapatkan tambahan pendapatan sebagai dana darurat, Anda juga dapat melakukan banyak pekerjaan sekaligus atau menerima beberapa proyek sekaligus, dengan catatan Anda dapat menyelesaikan semuanya dengan hasil yang berkualitas.

#5 Investasi

Selain menabung, uang yang telah Anda sisihkan sebaiknya Anda investasikan. Terdapat 3 hal yang harus Anda investasikan, sebagai seorang freelancer, yaitu alat, keterampilan & pengetahuan serta uang. Investasi sebagai alat berarti Anda menggunakan uang untuk investasi pada peralatan yang mendukung pekerjaan Anda sebagai freelancer. Misalnya, Anda adalah seorang pemusik, maka berinvestasilah pada alat-alat musik. Atau jika Anda seorang Youtuber, maka berinvestasilah pada kamera atau microphone. Yang kedua adalah keterampilan dan pengetahuan, di mana Anda mengikuti kursus atau kelas terbuka yang ditujukan untuk menambah ilmu Anda sebagai seorang freelancer.

Sumber: DetikLiputan6

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

5 Tips Jitu Mengelola Akuntansi Bisnis UMKM

Apakah Anda tahu studi  terbaru yang menunjukkan bahwa 50 persen dari Usaha Mikro-Kecil Menengah (UMKM) akan gagal dalam tahun pertama mereka? Bagaimana dengan fakta mengejutkan bahwa 95 persen akan menutup usahanya sebelum mereka meraih tahun ke-lima operasi? Yang terakhir terasa sulit untuk dipercaya, namun dengan ekonomi saat ini semua dapat terjadi.

Semua statistik ini adalah alasan mengapa Anda harus menganggap “angka-angka” sebagai hal yang serius, baik Anda memiliki tim yang membangun startup atau mengerjakan bisnis sampingan Anda untuk meninggalkan pekerjaan penuh-waktu di kantor.

Setiap bisnis, baik besar ataupun kecil memang tidaklah mudah. Anda harus menaruh banyak konsentrasi kepada bisnis Anda, mulai dari mengurus produk, alur penjualan, pemasukan dan pengeluaran dan tentunya mengelola “angka-angka” keuangan secara keseluruhan. Karena bisnis dijalankan untuk menguntungkan maka Anda harus dapat memutar modal dan menjual produk atau hasil bisnis sehingga menjadi menguntungkan.

Hal ini memang tidak mudah, karena banyak pengusaha yang bangkrut bukan karena kegagalan dalam berbisnisnya melainkan gagal dalam mengelola keuangan atau akuntansi. Berikut dalam tulisan blog ini adalah 5 tips utama yang dapat Anda perhatikan, untuk mengelola akuntansi untuk bisnis yang masih mendasar pun berukuran kecil.

1. Sistem Yang Jelas

Meskipun memiliki bisnis yang tidak berkembang atau belum berkembang terlalu besar, namun Anda harus bisa menilai mana yang paling dibutuhkan dalam mengatur bisnis. Tips pertama yakni sistem yang teratur dan benar. Dengan sistem yang benar dalam manajemen atau bisnis kecil, maka akan mudah mengelola akuntansi Anda. Sistem bisa berbagai macam, misalnya deskripsi pekerjaan, karyawan, alur kerja, sistem manajemen, penggajian karyawan, dan pengelolaan modal usaha. Jika sistemnya saja sudah salah, maka bisnis ini dijamin akan terus merugi atau bahkan hanya berjalan sementara. Seringnya bisnis kecil tidak mementingkan sistem karena merasa masih kecil, atau karyawan hanyalah teman-teman atau tetangga dan saudara. Padahal sistem yang benar akan membantu Anda.

2. Pembayaran yang Jelas

Dahulu dalam melakukan pembayaran dan kerjasama diharuskan menggunakan wesel, cash, dan lainnya. Namun di zaman modern seperti sekarang, uang sudah dapat ditransfer dengan mudah dan lebih aman. Sayangnya, pembayaran lewat bank tidak memiliki bukti pembayaran yang berbentuk fisik. Padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk pembukuan dan laporan keuangan dalam bisnis kecil Anda. Mungkin Anda bisa mempermudahnya dengan pembayaran dan menyertakan bukti invoice ‘tagihan’ atau sejenisnya yang ditandatangani kedua belah pihak baik Anda sebagai pebisnis, atau mereka sebagai rekanan atau konsumen. Sehingga semua laporan keuangan terbukti lewat fisik dan tentunya aman.

3. Pembukuan

Meskipun bisnis kecil, tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kerugian tidak terduga, barang hilang, oknum yang tidak bertanggung jawab, atau karyawan yang berlaku curang dalam bisnis kecil Anda. Cobalah untuk membuat pembukuan rutin yang mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan secara jelas. Dengan begitu Anda juga bisa mengontrol seberapa banyak pengeluaran dan pemasukan setiap waktu tertentu misalnya perbulannya. Berapa keuntungan yang didapat atau berapa kerugian yang ditanggung. Pisahkan juga antara pembukuan keuangan pribadi dan bisnis kecil Anda agar tidak tercampur.

4. Jangan Tergiur Keuntungan

Ketika mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari bisnis kecil Anda maka jangan tergiur akan hal tersebut. Sisihkan keuntungan Anda untuk mengelola keuangan bisnis dan alihkan ke dalam modal kembali. Buat bisnis Anda menjadi lebih berkembang dan lebih besar. Sehingga usaha Anda tidak selamanya kecil dan diam ditempat saja, beranikan untuk mengembangkan bisnis. Meskipun tidak mudah namun mengalihkan keuntungan menjadi modal tambahan juga termasuk tips mengelola akuntansi usaha agar tidak habis begitu saja, namun ditambahkan untuk membesarkan bisnis agar keuntungannya menjadi naik selanjutnya.

5. Pikirkan Rekrutmen Karyawan

Selanjutnya adalah rekrutmen karyawan yang harus dipikirkan. Di mana Anda jangan sembarangan merekrut, selain bisnis masih berukuran kecil, Anda juga memiliki keuntungan dan pemasukan yang masih terbatas. Pekerjakan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan saja, jangan melebihi kapasitas dan juga kekurangan karyawan sehingga Anda keteteran atau repot sendiri. Bagaimanapun mereka memiliki hak yang harus dipenuhi termasuk gaji, maka pikirkan juga hal tersebut karena termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola akuntansi penting hukumnya meskipun Anda tergolong bisnis kecil. Bagaimanapun, flow atau alur keuangan dari usaha haruslah terlihat. Agar keuangan teratur dengan benar, apalagi masalah uang merupakan hal yang paling sensitif dan menyebabkan efek yang besar jika terjadi masalah dan salah satunya adalah kebangkrutan. Banyak usaha kecil yang akhirnya gulung tikar karena kesalahan pengelolaan atau mengatur keuangan.

Sumber: KompasSmall Biz Trends.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

Memperbaiki Keuangan Usai Lebaran

Berkumpul bersama keluarga besar pada Hari Raya Idul Fitri memang sangat menyenangkan. Berbagai persiapan dilakukan sedari jauh hari untuk merayakan sebuah kemenangan. Namun, ketika Lebaran telah usai, terasa perubahan yang signifikan. Terutama pada kas keuangan kita yang sedikit banyak menjadi tidak beraturan. Mulai dari biaya pulang kampung, baju baru, kue, hingga merapikan rumah termasuk ke dalam agenda Lebaran yang terkadang melampaui THR yang diterima.

Tidak hanya THR yang habis, uang bulanan pun ikut terpakai, bahkan akhirnya kita terpaksa berutang terutama berutang dengan kartu kredit. Maka sudah waktunya kita mulai berbenah kembali. Memperbaiki kembali keuangan yang tidak beraturan setelah Lebaran. Lantas, apa yang harus kita lakukan?

1. Cek daftar utang yang harus dibayar.

Biasanya, banyak yang berutang dengan menggunakan kartu kredit, karena kartu inilah yang paling mudah digunakan untuk berutang. Namun, bahaya dari kartu kredit adalah jika kita tidak melunasinya saat jatuh tempo, maka bunga yang dikenakan cukup tinggi. Lihat dan selalu cek kembali tagihan kartu kredit kita yang akan jatuh tempo, dengan jumlah total dana yang sudah kita gunakan. Dan mulailah menghitung kemampuan untuk melunasinya sebelum jatuh tempo.

2. Mencatat Pengeluaran Bulanan

Catatlah pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulannya setelah liburan. Tujuannya untuk mengetahui dan memperkirakan jumlah sisa uang yang saat ini dimiliki dapat mencukupi kebutuhan untuk hari-hari berikutnya. Buat daftar pengeluaran bulan ini berdasarkan gaji yang kita terima. Masukkan semua tagihan kartu kredit sesuai dengan pemakaian. Juga buat daftar pengeluaran seperti setiap bulan yang kita gunakan. Cek saldo akhir dari Penghasilan dikurangi Pengeluaran, apakah hasilnya akan positif atau negatif

3. Bila saldo negatif, apa yang harus kita lakukan?

Langkah yang pertama, adalah mengurangi semua pengeluaran yang tidak terlalu penting di bulan ini. Lihatlah lagi daftar pengeluaran yang sudah kita buat, dan buanglah pengeluaran seperti shopping account untuk membeli baju, sepatu, pengeluaran untuk salon, makan di luar atau pengeluaran lainnya yang kita anggap masih mampu untuk disesuaikan. Pada bulan ini kita harus berbenah dan mengencangkan ikat pinggang, karena pengeluaran kita yang berlebihan di bulan sebelumnya.

4. Jika tidak ada lagi pengeluaran yang bisa kita kurangi.

Sudah mengurangi banyak daftar pengeluaran, tapi ternyata masih negatif dan tidak cukup. Segera telepon pihak kartu kredit untuk mengubah tagihan menjadi cicilan 3 atau 6 bulan bila memungkinkan. Tidak semua bank memiliki fasilitas seperti ini, sehingga perlu dicari tahu terlebih dahulu apakah memungkinkan melakukan ini. Terkadang mereka mengenakan bunga, tetapi bunganya lebih kecil dari yang dikenakan kalau kita hanya membayar secara minimal payment. Dengan cara ini pengeluaran kita bisa agak terbantu, walaupun agak berat untuk beberapa bulan ke depan.
5. Jika tidak mungkin dilakukan secara cicilan.
Ternyata pihak kartu kredit kita tidak memiliki fasilitas cicilan, berarti mau tidak mau kita harus membayar semaksimal mungkin yang bisa kita bayarkan. Pembayaran yang memungkinkan adalah 10% dari besarnya tagihan. Akan tetapi, sebaiknya kita bayarkan semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan, ini untuk mengurangi beban bunga yang dikenakan. Begitu pula bulan bulan berikutnya, tetap berhemat, lakukan pembayaran semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan.
Sumber: Koran Jakarta dan Tata Dana

 

Read more