Skip to main content Skip to search

Food and Beverage

Cara Pasti Bisnis F&B Anda Tetap Laris Selama Ramadan

Selama Ramadan, hilangnya bisnis siang hari dapat berdampak signifikan pada pendapatan dan mempengaruhi laba operasi. Tentu saja bisnis makanan dan minuman (Food and Beverage ‘F&B’) akan sepi di siang hari, namun, untuk sebagian besar gerai makanan dan minuman, mereka dapat meningkatkan volume selama waktu berbuka dan Sahur.

Untuk beberapa gerai, menunda layanan mereka dapat bermanfaat. Karena saat bisnis mulai menurun—membatasi atau menghentikan layanan pada siang hari memang dapat menyeimbangkan biaya ‘balance’ hingga batas tertentu. Menghentikan layanan sementara berarti Anda menghemat biaya listrik, gas, dan tenaga kerja.

Namun untuk gerai mandiri atau UMKM, Ramadan memegang berbagai tantangan lainnya. Pemilik restoran/bisnis terkadang harus membuat menu berbuka dan Sahur yang memiliki unsur-unsur makanan khas Timur Tengah, dengan bumbu dan rasa makanan yang ‘kaya’ untuk memenuhi permintaan dan keinginan target konsumen mereka.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu bisnis F&B dan perhotelan untuk tetap makmur sepanjang Ramadan.

Siapa Cepat Dia Dapat

Seseorang yang melakukan sesuatu lebih dahulu akan mendapat keuntungan lebih daripada yang terlambat memulai. Begitupun dalam bisnis makanan dan minuman, sangat penting untuk bersiap sekitar tiga bulan sebelum Ramadan dimulai. Restoran harus mengkomunikasikan rencana Ramadan mereka dengan pemasok sejak dini karena kemungkinan besar para pemasok juga berpuasa dan bekerja dengan jam kerja yang berkurang. Dapatkan stok lebih awal dan mengonfirmasi sebelumnya sangat penting untuk kelancaran operasional selama Ramadan. Semua materi pemasaran dan komunikasi juga harus dipersiapkan dengan baik sebelumnya—agar memungkinkan waktu tunggu pemesanan (lead time) yang sehat untuk mempromosikan penawaran Ramadan Anda lebih luas. Segera setelah rencana Ramadan sudah dikonfirmasi, penting untuk mengirim rincian penawaran Ramadan ke kontak perusahaan dan bisnis utama Anda.

Bermain Aman atau Bereksperimen?

Beberapa gerai kini menawarkan prasmanan (buffet) tradisional dengan banyak pilihan yang menampilkan bahan-bahan segar dan berbagai hidangan serta hiburan yang brilian sehingga ada banyak tekanan pada para manajer untuk memastikan penawaran mereka akan lebih menonjol dari pesaing. Bagian penting dari memutuskan apa yang ditawarkan dalam penawaran Ramadan di gerai bergantung pada demografi yang ditargetkan.

Meskipun penting untuk memperkenalkan menu baru dan relevan, penting juga bahwa gerai tetap setia pada identitasnya bahkan ketika beradaptasi dengan persyaratan dan bulan Ramadan. Selalu bermain sesuai dengan kekuatan, keunggulan Anda dan jangan mencoba untuk menjadi ‘segalanya’ bagi ‘semua orang’. Lihatlah menu Anda saat ini dan pada opsi paling populer, berilah sedikit kejutan atau sentuhan baru.

Adaptasi

Pembatasan dan persyaratan yang berbeda selama Ramadan berarti perubahan signifikan. Ketika datang ke pemasok, pesanan bar seperti makanan atau minuman yang mengandung alkohol tentu menerima pukulan yang besar—dengan jam buka terbatas dan adanya inspeksi mendadak dari pemerintah juga membuat beberapa gerai memilih untuk tutup beroperasi sementara. Karena tidak semua orang menjalankan puasa, maka memastikan masyarakat menghormati unsur pengorbanan Ramadan daripada melarang mereka untuk tidak makan adalah adaptasi yang baik. Tempat makan yang terbuka mudah diidentifikasi, karenanya mereka akan memiliki tirai yang ditarik atau barikade untuk menghentikan orang melihat ke dalam atau menyamarkan aktivitas makan dan minum di dalam gerai/restoran.

Adapun masalah lain yang harus diadaptasi oleh gerai adalah pemborosan makanan. Meningkatnya permintaan dan impuls pembelian makanan juga membuat tingginya pemborosan makanan. Tawarkan konsumen untuk membungkus makanannya yang tidak habis ataupun adakan kegiatan tanggung jawab sosial berbagi makanan kepada yang kurang beruntung. Anda juga dapat melakukan pengomposan yang berpotensi mengalihkan hingga 150 kg limbah makanan per rumah tangga per tahun dari otoritas pengumpulan lokal.

Kemasan Hadiah/Parsel

Ramadan adalah bulan yang sangat tepat untuk bersilaturahim di antara komunitas Muslim. Keluarga dan teman-teman bertemu untuk Iftar ‘berbuka puasa’ bersama dan saling mengundang ke rumah masing-masing. Jika sebuah gerai dapat menyesuaikan hidangan penutup yang cocok untuk dibawa pergi dan dihadiahkan, atau seperti menawarkan pembungkusan dengan kemasan parsel, ini dapat menjadi peluang yang menguntungkan. Perlu diingat bahwa setiap orang terus berlomba untuk mencari ide hadiah baru yang dapat dibawa ke sebuah pertemuan/reuni.

Operasi

Memanfaatkan periode yang lebih tenang ini dengan memberikan dispensasi libur kepada staf pada bulan Ramadan. Karena jam kerja yang lebih pendek, sehingga jika memungkinkan dapat dikelola oleh staf tunggal dengan waktu kerja bergantian. Pastikan bisnis F&B Anda berlisensi untuk pengiriman, terbuka baik untuk pengiriman, layanan pesan antar dengan sistem daring &/ melalui aplikasi ataupun dapat dibawa pulang selama waktu puasa terutama saat sahur dan berbuka puasa.

Nielsen, perusahaan riset pasar, memperkirakan bahwa perusahaan makanan dan minuman di Indonesia—negara Muslim terpadat di dunia, memuat sebanyak 45 persen dari penjualan tahunan mereka selama periode tiga bulan; sebelum, saat dan sesudah Ramadan.

Bisnis selama Ramadan tidak lagi sepi dan melambat. Pada 2018, bisnis selama Ramadan adalah mengubah waktu operasi, kreatif dan beradaptasi.

Artikel ini diterjemahkan dan disunting oleh FMB Partner dengan sumber oleh Hotelier Middle East, Gulfnews, Nielsen.

Read the English version of the article here: How to ensure your F&B outlet thrives during Ramadan.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

How to ensure your F&B outlet thrives during Ramadan

During Ramadan the loss of daytime business can have a huge impact on revenue and affect an operation’s bottom line, says Glee Hospitality Solutions managing director Abdul Kader Saadi. It is of course quieter during the day, however, for most food and beverage outlets, we can increase volume during Iftar and Suhour time.

For some outlets, halting service can be beneficial. Whilst business may decrease, limiting or halting service during the day does see costings balance out to an extent. Halting service means you are saving on electricity, gas and labour costs.  However for independent outlets, Ramadan holds various other challenges. Restaurant owners must create Iftar and Suhour menus that include elements of Arabic and rich flavours to cater to their target audience.

Here are some tips that can help a hospitality business survive and prosper during Ramadan.

The early bird catches the worm

For the food and beverage world it is crucial to be start preparing around three months in advance of Ramadan starting. Restauranters must communicate their Ramadan plans with suppliers very early on as they are also fasting and working reduced hours. Getting stock in hand and confirmed in advance is vital for smooth operations during Ramadan. All marketing and communications materials must also be prepared well in advance – allowing a healthy lead time to promote your Ramadan offering far and wide. As soon as a plan for the season is confirmed, it is vital to send details of any Ramadan offerings to key corporate and business contacts

Play it safe or experiment?

Several outlets now offer traditional buffets with masses of choice featuring fresh ingredients and an array of cuisines as well as brilliant entertainment so there is a lot of pressure on managers to ensure their offering stands out from the crowd. A big part of deciding what an outlet’s Ramadan offering should comprise depends on the demographic it is targeting. Although it is important to introduce new and relevant menus, it is also vital that an outlet stays true to its identity even whilst adapting to fit with Ramadan requirements. Always play to your strengths and don’t try to be ‘everything’ to ‘everyone’. Look at your current menu and the most popular options and give them a twist.

Adaptation

The restrictions and different requirements during Ramadan mean significant changes. When it comes to suppliers, bar orders certainly take a big hit, with opening hours limited and many operations closing for the duration. Another issue that outlets must adapt to is food wastage. A standard element of buffets, which are the most common for of food and beverage during Ramadan

Gift packaging

Ramadan is a key month for socialising amongst the Muslim community. Family and friends meet for Iftars and are invited to each other’s homes. If an outlet can adapt a dessert offering to make it suitable for take away and offer gift packaging, it can be a hit. People are constantly looking for new gift ideas for gatherings

Operations

Utilise this quieter period and promote staff vacations during the month of Ramadan since the working hours are shorter and can be managed by single shift staff. Ensure the outlet is licensed for deliveries during fasting hours and is open for delivery and takeaway.

 

Source: Hotelier Middle East

Read more