Skip to main content Skip to search

Entrepreneur

How to wrap your business up with a nice little bow for year-end

Ah, the end of the year. It’s time for holiday promotions, boosted sales (hopefully), and year-end preparations. If you don’t prepare for the end of the year and follow a checklist, you’ll probably find yourself burning the candle at both ends.

Coming from an experienced business owner, it’s never too early to start preparing for the year-end. Get a jump start on your year-end checklist and avoid stress by learning how to wrap up your business.

1. Complete End-Of-The-Year Reviews

The end of the year is a great time to review how well your team worked together. But, how can you see that? Cue performance review time.

Year-end is one of the best times of the year to hold performance reviews. You can discuss employees’ accomplishments from the year as well as goals they hope to reach in the new year. Not to mention, performance evaluations give you the opportunity to find out how your employees are feeling. Listen to your employees’ concerns and let them know their opinions matter.

2. Update Your Payroll Records

If you want to start on the right foot in the new year, you need to have all of your employee information organized. So, what does this mean for your business, you ask? Well, this means you need to get your payroll records in order before the year-end.

As an employer, it’s your duty to make sure everything is straight with your payroll records before tax time rolls around. Otherwise, it could cause a plethora of payroll problems for both you and your employees.

You can use payroll software to simplify the process and take the load off of your shoulders. If you opt to handle payroll yourself, be sure to handle tasks like:

  • Verifying employee wages, benefits, and deductions
  • Checking employment tax rates (they tend to change annually)
  • Making sure you recorded all paychecks
  • Recording year-end bonuses and payments.

The sooner you start, the better. When the new year starts, you’ll have even more on your plate, so it’s best that you get a head start on the end-of-the-year payroll process.

3. Tidy Up Your Accounting Books

If you want your accounting books to be in tip-top shape for the new year, take some time to organize your books and business receipts.

Keeping your books nice and tidy is an essential part of staying up-to-date for income tax season. And let’s face it, no business owner wants to be scrambling at the last minute (or maybe that’s just me).

Here are just a few of the things you should be doing at year-end to get your books in order:

  • Gather financial statements
  • Count and cross-check inventory
  • Organize business receipts
  • Reconcile bank accounts

To simplify your year-end accounting process even further, you can organize from the get-go (aka stay organized the entire year) or use accounting software to track financial information.

4. Review Your Business and Marketing Plans

Remember those goals you set at the end of last year in your business and marketing plans (and hopefully looked at throughout the year)? It’s time to revisit those goals you set and see where you stand.

Take a look at your business and marketing plans and review your year. Did you meet the goals you listed in your plans? Or, did you fall short somewhere?

If you didn’t reach your goals, use the end of the year to rethink your strategies and start fresh. Update your plans if you’ve had major changes to your business throughout the course of the year.

Remember, nobody’s perfect. Chances are, you’re going to have a few goals you didn’t reach. And that’s OK! Find out why you didn’t reach certain goals during the year and make it your mission to check it off your list in the new year.

5. Set Goals For The New Year

If you want to grow your business during the new year, you need to have a plan and set reachable business goals.

When the year starts to come to a close, set aside time to think about what goals you want to reach in the upcoming year. Some goals your small business might have for the new year include:

  • Opening a second business location
  • Making X sales in the first quarter
  • Hiring additional employees
  • Expanding your offerings

Your goals can be large (e.g., remodeling your store) or small (e.g., cleaning out your filing cabinet). When thinking about your goals, just make sure they’re attainable. Don’t set goals that you clearly can’t reach within the next year.

Based on your goals, build an action plan and timeline. Your action plan will help you stay on track and give you a timeline to complete said goals.

6. Do A Little Relaxing

Last but not least, don’t forget to cut yourself some slack at year-end. You’re a busy business owner, but that doesn’t mean you have to work your butt off 24/7.

According to one source, a whopping 70% of small business owners do not see a holiday as a vacation from work. Trust me when I say this is one statistic you do not want to fall into.

The best gift you can give yourself (and your family and friends) is your presence. So, attend that holiday party. Bake those cookies with your kids. Hang out with your loved ones. Do whatever you need to do to kick back, relax, and spend some quality time with the people you care about the most.

_

Follow us on FMB Partner social media pages:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

Bagaimana Memulai Usaha?

Apa usaha untuk memulai usaha?

Nah ‘lho, semakin kesini rasanya semakin bingung untuk menjadi wirausaha, atau bahasa bekennya entrepreneur. Kebingungan ini terpikirkan untuk ditulis setelah percakapan saya dengan para mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di selatan Jakarta, dua minggu yang lalu. Waktu itu saya berkesempatan menjadi pembicara di event Universitas tersebut.

Iseng-iseng saya tanya para mahasiswa tersebut, “Kalau udah selesai kuliah, kalian mau jadi pengusaha ‘gak?” hampir semua serempak menjawab, “Ya iyalah Pak! Pasti mau jadi pengusaha. Kan enak… punya uang banyak, bebas berkreasi, ‘gak disuruh-suruh orang.” Lalu saya kembali bertanya, “Oke kalau begitu, kapan kalian mau mulai jadi pengusaha?” Rata-rata mereka menjawab, “Nanti dulu Pak. Tunggu 5–10 tahun lagi. Kita kerja dulu untuk kumpulin uang yang banyak baru buka usaha. Kalau sekarang mau mulai usaha—kita ‘kan belum punya uang, juga belum ada kesempatan, masih terlalu beresiko!”

Hmm, jawaban yang diberikan sangat menarik. Ternyata memang banyak orang yang masih berpikir kalau memulai usaha itu harus dimulai dari adanya uang. Tapi memang benar begitu? Apa untuk memulai usaha memang benar-benar membutuhkan uang?
Sepertinya, ‘engga tuh, Bill Aulet (Direktur Martin Trust Center of Entrepreneurship di MIT) mengutarakan bahwa ada tiga hal utama yang bisa dijadikan dasar untuk memulai sebuah usaha :

1. IDE, usaha dapat kita mulai saat kita punya ide bagus untuk menyelesaikan atau memperbaiki permasalahan yang kita paham betul. Ambil contoh Steve Jobs, dia muak akan industri komputer di tahun 70-an yang didominasi oleh komputer mainframe besar yang hanya bisa dipakai oleh pekerja perusahaan besar. Steve pun punya ide untuk membuat perangkat komputer yang bisa digunakan oleh semua orang. Didasari ide tersebut dan dibantu oleh Steve Wozniak, Steve Jobs menciptakan sebuah perangkat komputer kecil yang bisa dipergunakan oleh semua orang di dunia. Sebuah ide yang akhirnya memulai revolusi besar di dunia perangkat komputer.

2. KEAHLIAN, usaha juga dapat dimulai bila anda punya keahlian khusus yang bisa dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Coba kita lihat bagaimana McKinsey—salah satu firma manajemen terbesar didunia, dimulai. James O. McKinsey mendirikan McKinsey & Co pada tahun 1926. James meninggalkan karirnya sebagai profesor akuntansi di Universitas Chicago untuk membangun sebuah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dan penganggaran—dua hal yang dia tahu dia kuasai benar, untuk perusahaan-perusahaan di Amerika. James bertekad untuk menggunakan keahlian dia untuk membantu manajemen senior di perusahaan-perusahaan Amerika memecahkan masalah bisnis mereka. Dan sekarang, hampir semua eksekutif perusahaan besar di dunia memperhatikan nasehat bisnis atau artikel McKinsey sebelum mereka membuat keputusan penting.

3. TEKNOLOGI, usaha dapat dimulai segera ketika kita menciptakan sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk menciptakan efek positif di lingkungan sekitar kita. Cerita paling cocok untuk menggambarkan bagaimana teknologi bisa menjadi awal sebuah bisnis adalah bagaimana Sergey Brin dan Larry Page memulai Google. Sebagai mahasiswa Doktoral jurusan Ilmu Komputer di Stanford University, Sergey dan Larry memutuskan untuk menulis desertasi mengenai algoritma matematis dari world wide web yang akhirnya memungkinkan mereka menciptakan sebuah teknologi (program komputer) untuk mengelompokkan website-website ‘situs-situs laman’ di internet berdasarkan kata kunci tertentu. Cerita lengkapnya saya pikir semua orang yang menggunakan internet pasti tahu, kalau tidak tahu, just Google it!

Ketiga hal dasar yang Bill nasehatkan diatas, sama sekali tidak menyebutkan uang sebagai prasyarat untuk memulai usaha. Tiga hal yang Bill sebutkan adalah sesuatu yang sudah dimiliki (inner properties) seorang calon pengusaha. Semua orang di dunia ini pasti punya ide, keahlian maupun teknologi yang bisa menyelesaikan banyak masalah di dunia.

Sekarang real deal-nya adalah, “Apakah calon pengusaha tersebut mau, berani dan fokus untuk menjadikan ide, keahlian dan teknologi tersebut menjadi sebuah bisnis?”

Tidak seperti anggapan banyak orang, halangan paling utama dari seseorang yang ingin memulai bisnis adalah tidak adanya keberanian dan fokus. Punya uang yang banyak pun tidak menghilangkan halangan tersebut. Justru kalau kita sudah punya uang banyak dari hasil kita bekerja, biasanya kita menjadi semakin takut untuk memulai usaha sendiri karena kita takut kehilangan uang tersebut. Jadi, kunci “usaha” untuk memulai usaha itu cuma dua :
(1) Lihat diri sendiri, “Apakah saya punya IDE, KEAHLIAN atau TEKNOLOGI?”
(2) Lihat sekeliling anda, “Apakah ada masalah yang bisa diselesaikan oleh saya?”
Sisanya..KEBERANIAN MEMULAI dan FOKUS.

Tentang Penulis
Apung Sumengkar adalah praktisi dengan spesialiasi di manajemen strategi dan kewirausahaan. Lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia, International MBA program dari RSM – Erasmus University, dan saat ini sedang mengikuti program Doktor Manajemen Stratejik di Universitas Indonesia.

Twitter: @apungsumengkar

LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/apung-sumengkar

Read more