Skip to main content Skip to search

Bisnis

Inilah 6 Fokus Utama BKPM dalam Genjot Investasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan fokus ke enam indikator untuk mendorong peningkatan investasi masuk ke Indonesia.

Hal ini diungkapkan Imam Soejoedi, Direktur Promosi Sektoral saat menjadi narasumber di depan sekitar 100 pengusaha di Busan Business Forum.

Enam indikator yang menjadi fokus BKPM di antaranya meningkatkan peringkat kemudahan berusaha, mengeksekusi investasi besar dan strategis, mendorong kemitraan investor asing dengan pengusaha lokal, penyebaran investasi yang berkualitas dan memperbaiki strategi promosi investasi terfokus pada sektor dan negara serta meningkatkan investasi domestik khususnya pengusaha kecil dan menengah.

Imam mengatakan, sosialisasi tersebut masih merupakan rangkaian kegiatan Presiden Jokowi usai menghadiri ASEAN-ROK Commemorative Summit di Busan.

Sebelumnya, BKPM juga menggelar kegiatan Working Lunch antara Presiden Jokowi dengan 10 CEO korporasi kakap Korea Selatan. Kegiatan ini berhasil meyakinkan Hyundai Motor Group berinvestasi ke Indonesia. Setelah itu, BKPM juga didaulat menjadi narasumber di depan sekitar 100 pengusaha Korea Selatan dan anggota asosiasi usaha di Business Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan.

Imam menambahkan, kepada 100 pengusaha itu, pihaknya meneruskan arahan Presiden di Working Lunch lalu kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk menjadikan BKPM sebagai lembaga pintu utama bagi perusahaan-perusahaan dan investor Korea Selatan yang berminat melakukan investasi di Indonesia.

“Tak hanya itu BKPM wajib melakukan pendampingan bagi investor-investor yang menemui kendala dalam merealisasikan investasinya,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis (28/11/2019).

Sebelumnya, Kepala BKPM menyampaikan, lembaganya menetapkan visi untuk tidak saja mengejar investasi asing. Namun juga akan memperkuat investasi dari investor domestik yang diharapkan semakin mengimbangi investasi asing. Termasuk mengembangkan kemitraan dan kerjasama dengan investor asing.

“Pengusaha lokal memiliki jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh para investor sehingga realisasi investasi menjadi lebih mudah dan cepat. Sebaliknya pengusaha lokal juga dapat meningkatkan kapasitasnya dan pada akhirnya akan tercipta situasi win-win yang akan menguntungkan bagi semua pihak,” papar Imam.

Imam mengatakan pihaknya juga mendorong percepatan realisasi investasi dan juga berkualitas. “Sebagaimana sesuai dengan skala prioritas presiden yakni bagaimana investasi itu mampu mengembangkan SDM, pengembangan infrastruktur yang berkualitas, mengurangi peraturan yang menghambat, penyederhanaan birokrasi serta transformasi ekonomi diterjemahkan,” tutup Imam.

Sumber: Bisnis.

_

Ikuti kami di akun resmi media sosial FMB:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Read more

4 Rasio Keuangan Untuk Melihat Kesehatan Bisnis

Dalam beberapa hal, seringkali bisnis atau usaha perlu melihat secara mendalam pada struktur keuangan mereka. Untuk melihat secara detail kesehatan keuangan bisnis mereka, para pelaku bisnis akan menggunakan alat ukur untuk melakukan perbandingan terhadap posisi bisnisnya saat ini maupun periode bisnis sebelumnya. Periode bisnis yang dimaksud dapat berupa: bulanan, triwulan, bahkan tahunan. Sedangkan alat ukur untuk mengetahui perbandingan bisnis menggunakan rasio keuangan.

Rasio keuangan adalah satuan kuantitatif yang dihasilkan dari perbandingan antara dua data atau lebih yang menjadi komponen pada laporan keuangan suatu bisnis. Komponen – komponen tersebut bisa berupa modal, pendapatan, hutang, piutang, ataupun biaya yang dihasilkan selama periode bisnis berlangsung. Karena bersifat perbandingan, rasio keuangan biasanya disajikan dalam bentuk persentase (%).

Dalam perkembangannya, kondisi kesehatan bisnis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena tanpa didukung oleh kondisi kesehatan yang baik, suatu bisnis tidak dapat berkembang maksimal. Suatu bisnis dikatakan dalam kondisi sehat apabila memiliki beberapa indikator sebagai berikut: memiliki profitabilitas yang tinggi, efisiensi yang tinggi, dan solvabilitas yang tinggi. Untuk mengetahui ketiga indikator tersebut, pebisnis menggunakan rasio – rasio keuangan yang dihitung berdasarkan komponen pada laporan keuangan.

Rasio Likuiditas

Adalah kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau hutang yang harus dibayar dengan aktiva lancarnya.

Ini mengukur jumlah likuiditas (uang tunai dan aset yang dikonversi dengan mudah) yang Anda miliki untuk menutupi utang Anda, dan memberikan gambaran luas tentang kesehatan keuangan Anda.

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan Anda untuk menghasilkan uang tunai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka pendek Anda. Ini juga disebut rasio modal kerja, dihitung dengan membagi aset Anda saat ini — seperti uang tunai, persediaan dan piutang — dengan liabilitas Anda saat ini, seperti garis saldo kredit, utang, dan bagian lancar dari utang jangka panjang.

Rasio Profitabilitas

menunjukan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang dihasilkan dalam suatu bisnis.  Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM),atau Return of Asset (ROA).

Rasio Efisiensi

menunjukan kemampuan untuk meminimalisir biaya untuk menghasilkan profiabilitas dalam suatu bisnis.  Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), ataupun Operating Ratio.

Rasio Solvabilitas

menunjukkan indikasi keamanan suatu bisnis dari para pemberi pinjaman (Bank). Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu bisnis antara lain: Debt to Equity Ratio (DER), atau Debt to Total Asset Ratio (DAR).

Keempat indikator tersebut saling berhubungan, sehingga pebisnis harus bisa menjaga keseimbangan antara likuiditas, profitabilitas, efisiensi, dan solvabilitas yang dimiliki. Suatu bisnis yang memiliki ROA (profitabilitas) yang tinggi ditunjang oleh BOPO yang rendah (profitabilitas tinggi) sehingga menghasilkan DER (solvabilitas) yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, bisnis yang memiliki efisiensi yang rendah (BOPO tinggi) akan menghambat profitabilitas, dan menurunkan solvabilitas suatu bisnis.

Rasio keuangan dihitung berdasarkan hasil laporan keuangan pada periode bisnis berjalan, oleh karena itu dibutuhkan sistem pencatatan akuntansi yang terintegrasi dengan laporan keuangan. Dengan menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, maka pebisnis akan lebih mudah melakukan analisis rasio keuangan untuk mengetahui kesehatan bisnis. Karena sistem pencatatan akuntansi yang tepat akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat sehingga pebisnis dapat melakukan analisis terhadap kesehatan bisnisnya berdasarkan rasio – rasio keuangan.

Akan tetapi penilaian kesehatan bisnis dengan menggunakan rasio keua’ngan memiliki beberapa kekurangan, antara lain: tidak memasukan faktor non kuantitatif seperti persaiangan pasar dan kepuasan konsumen. Selain itu analisa kesehatan bisnis dengan menggunakan rasio keuangan sangat bergantung pada hasil laporan keuangan, sehingga setiap proses pencatatan keuangan hingga menjadi laporan harus menggunakan sistem yang cepat, akurat, dan sistematis agar analisis rasio keuangan bisa mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Rasio akan berbeda-beda pada setiap industru pun dari waktu ke waktu. Penafsiran rasio membutuhkan pengetahuan luas tentang bisnis Anda, industri dan alasan untuk fluktuasi yang ada. Pada hal ini, FMB Partner memiliki penawaran yang dapat membantu Anda untuk menafsirkan dan meningkatkan performa keuangan bisnis Anda.

Sumber: BDCSeventhsoft.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

5 Tips Jitu Mengelola Akuntansi Bisnis UMKM

Apakah Anda tahu studi  terbaru yang menunjukkan bahwa 50 persen dari Usaha Mikro-Kecil Menengah (UMKM) akan gagal dalam tahun pertama mereka? Bagaimana dengan fakta mengejutkan bahwa 95 persen akan menutup usahanya sebelum mereka meraih tahun ke-lima operasi? Yang terakhir terasa sulit untuk dipercaya, namun dengan ekonomi saat ini semua dapat terjadi.

Semua statistik ini adalah alasan mengapa Anda harus menganggap “angka-angka” sebagai hal yang serius, baik Anda memiliki tim yang membangun startup atau mengerjakan bisnis sampingan Anda untuk meninggalkan pekerjaan penuh-waktu di kantor.

Setiap bisnis, baik besar ataupun kecil memang tidaklah mudah. Anda harus menaruh banyak konsentrasi kepada bisnis Anda, mulai dari mengurus produk, alur penjualan, pemasukan dan pengeluaran dan tentunya mengelola “angka-angka” keuangan secara keseluruhan. Karena bisnis dijalankan untuk menguntungkan maka Anda harus dapat memutar modal dan menjual produk atau hasil bisnis sehingga menjadi menguntungkan.

Hal ini memang tidak mudah, karena banyak pengusaha yang bangkrut bukan karena kegagalan dalam berbisnisnya melainkan gagal dalam mengelola keuangan atau akuntansi. Berikut dalam tulisan blog ini adalah 5 tips utama yang dapat Anda perhatikan, untuk mengelola akuntansi untuk bisnis yang masih mendasar pun berukuran kecil.

1. Sistem Yang Jelas

Meskipun memiliki bisnis yang tidak berkembang atau belum berkembang terlalu besar, namun Anda harus bisa menilai mana yang paling dibutuhkan dalam mengatur bisnis. Tips pertama yakni sistem yang teratur dan benar. Dengan sistem yang benar dalam manajemen atau bisnis kecil, maka akan mudah mengelola akuntansi Anda. Sistem bisa berbagai macam, misalnya deskripsi pekerjaan, karyawan, alur kerja, sistem manajemen, penggajian karyawan, dan pengelolaan modal usaha. Jika sistemnya saja sudah salah, maka bisnis ini dijamin akan terus merugi atau bahkan hanya berjalan sementara. Seringnya bisnis kecil tidak mementingkan sistem karena merasa masih kecil, atau karyawan hanyalah teman-teman atau tetangga dan saudara. Padahal sistem yang benar akan membantu Anda.

2. Pembayaran yang Jelas

Dahulu dalam melakukan pembayaran dan kerjasama diharuskan menggunakan wesel, cash, dan lainnya. Namun di zaman modern seperti sekarang, uang sudah dapat ditransfer dengan mudah dan lebih aman. Sayangnya, pembayaran lewat bank tidak memiliki bukti pembayaran yang berbentuk fisik. Padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk pembukuan dan laporan keuangan dalam bisnis kecil Anda. Mungkin Anda bisa mempermudahnya dengan pembayaran dan menyertakan bukti invoice ‘tagihan’ atau sejenisnya yang ditandatangani kedua belah pihak baik Anda sebagai pebisnis, atau mereka sebagai rekanan atau konsumen. Sehingga semua laporan keuangan terbukti lewat fisik dan tentunya aman.

3. Pembukuan

Meskipun bisnis kecil, tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kerugian tidak terduga, barang hilang, oknum yang tidak bertanggung jawab, atau karyawan yang berlaku curang dalam bisnis kecil Anda. Cobalah untuk membuat pembukuan rutin yang mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan secara jelas. Dengan begitu Anda juga bisa mengontrol seberapa banyak pengeluaran dan pemasukan setiap waktu tertentu misalnya perbulannya. Berapa keuntungan yang didapat atau berapa kerugian yang ditanggung. Pisahkan juga antara pembukuan keuangan pribadi dan bisnis kecil Anda agar tidak tercampur.

4. Jangan Tergiur Keuntungan

Ketika mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari bisnis kecil Anda maka jangan tergiur akan hal tersebut. Sisihkan keuntungan Anda untuk mengelola keuangan bisnis dan alihkan ke dalam modal kembali. Buat bisnis Anda menjadi lebih berkembang dan lebih besar. Sehingga usaha Anda tidak selamanya kecil dan diam ditempat saja, beranikan untuk mengembangkan bisnis. Meskipun tidak mudah namun mengalihkan keuntungan menjadi modal tambahan juga termasuk tips mengelola akuntansi usaha agar tidak habis begitu saja, namun ditambahkan untuk membesarkan bisnis agar keuntungannya menjadi naik selanjutnya.

5. Pikirkan Rekrutmen Karyawan

Selanjutnya adalah rekrutmen karyawan yang harus dipikirkan. Di mana Anda jangan sembarangan merekrut, selain bisnis masih berukuran kecil, Anda juga memiliki keuntungan dan pemasukan yang masih terbatas. Pekerjakan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan saja, jangan melebihi kapasitas dan juga kekurangan karyawan sehingga Anda keteteran atau repot sendiri. Bagaimanapun mereka memiliki hak yang harus dipenuhi termasuk gaji, maka pikirkan juga hal tersebut karena termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola akuntansi penting hukumnya meskipun Anda tergolong bisnis kecil. Bagaimanapun, flow atau alur keuangan dari usaha haruslah terlihat. Agar keuangan teratur dengan benar, apalagi masalah uang merupakan hal yang paling sensitif dan menyebabkan efek yang besar jika terjadi masalah dan salah satunya adalah kebangkrutan. Banyak usaha kecil yang akhirnya gulung tikar karena kesalahan pengelolaan atau mengatur keuangan.

Sumber: KompasSmall Biz Trends.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Read more

Why Market Research is Important to Your Business

Mengapa market research penting untuk bisnis Anda?

Hanya membaca kalimatnya saja, riset pasar atau market research dapat membuat kita merasa kewalahan, namun dengan memahami apa dan mengapa riset pasar itu penting, kita dapat merasa lebih lega dari ketegangan.

Kita seringkali kebingungan memahami perbedaan dari riset pasar (market research) dan riset pemasaran (marketing research). Untuk itu dengan artikel ini, kami akan jelaskan perbedaan keduanya secara singkat.

Source: Big Photo

Source: Big Photo

Market research, sesuai dengan namanya, adalah riset mengenai target pasar. Hal ini adalah kegiatan mengoleksi informasi mengenai pasar dan konsumen dalam pasar tersebut. Biasa digunakan untuk menemukan kepastian dan menganalisis struktur pasar, ukuran, tren terbaru, pemain utama, kebutuhan konsumen, gaya, preferensi, dan perilaku membeli.

Market research bertindak sebagai acuan yang membantu Anda mengetahui lebih banyak mengenai konsumen, pesaing, kebutuhan, produk, pasar, dan lain lain. Kegiatan ini adalah saat Anda telah mempersempit dan memiliki “target” khusus dan bila Anda sudah siap menyelami perilaku target tersebut. Dengan kata lain, ini adalah riset untuk grup para konsumen yang telah dipersempit jumlahnya.

Sedangkan marketing research adalah hal yang berbeda. Berbeda karena hal ini berkaitan dengan rentang konsumen yang lebih luas. Marketing research termasuk ke dalam “market” research, namun juga mempelajari riset produk dan metode distribusi yang baru. Cara terbaik untuk memberdakan keduanya adalah dengan memahami bahwa marketing research adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan proses pemasaran sebuah perusahaan, tidak hanya berkaitan dengan siapa yang ditargetkan.

Agar lebih mudah membedakannya. Mari kita simak tabel perbandingan berikut ini:

Market Research

Market research meski terkesan menakutkan dan dapat menjadi pekerjaan yang berat, juga dapat memberikan banyak keuntungan. Hal ini menjawab segala teka-teki dalam pemasaran dan memberi Anda data yang dapat digunakan untuk mendorong strategi pemasaran Anda dan menyempurnakan sasaran serta tujuan Anda.

Keuntungan-keuntungan dari market research  adalah sebagai berikut:

  • Communication Driver / Penggerak Komunikasi. Market research menggerakkan komunikasi Anda dengan konsumen saat ini dan prospek target Anda.
  • Identifies Opportunity / Mengidentifikasi Peluang.  Market research dapat menunjukkan Anda dimana peluang berada dan membantu Anda mengidentifikasi tidak hanya peluang bertingkat tinggi melainkan juga membantu menunjukkan peluang yang relatif mudah dijangkau.
  • Lowers Risk / Beresiko rendah.  Data yang lengkap dan jelas dapat membantu Anda dalam memperkecil resiko. Hal ini menunjukkan peluang-peluang mana yang akan berhasil dan membuat Anda tetap fokus saat melakukan pemasaran.

Di FMB Consultant, kami menyediakan jasa riset pasar atau market research dengan riset target pasar dan alat ukur terbaik untuk membantu Anda memenangkan kompetisi pada lingkungan bisnis penuh daya saing. Tipe jasa manajemen kami dimulai dari strategy development, process improvement, human resource services, market research hingga company legal establishment untuk bisnis berlatarbelakang berbagai industri. Untuk diskusi santai mengenai riset pasar, sila hubungi managing partner kami di ivan@fmbconsultant.com

Official LinkedIn Page | www.fmbconsultant.com

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber melalui suntingan dan diterjemahkan oleh FMB Consultant. [1] The Balance  [2] Key Differences.
Read more

Cara Cerdas Mengelola dan Menyimpan Uang

 

Meskipun Anda terhitung millenials ataupun tidak, baik masih merintis ataupun sudah sukses, sebelum Anda mulai membuat uang dari bisnis, penting untuk Anda mencari tahu bagaimana cara mengelola keuangan seperti: menerima pembayaran, menerapkan syarat & ketentuan pembayaran tersebut, dan mengelola keuangan Anda yang tepat.

Ilustrasi: My Domaine

Untuk itu dengan artikel ini, terdapat beberapa hal yang akan membantu:

  1. Mendapatkan bayaran

Mendapatkan bayaran dapat menjadi rumit karena Anda harus mengelola operasional bisnis dan juga menjaga arus uang Anda dengan lancar. Pemahaman atas cara mengelola keuangan  yang tepat waktu harus menjadi prioritas, bahkan jika Anda memilih untuk menyewa seorang akuntan atau pembukuan untuk mengelola keuangan Bisnis Anda. Anda masih perlu untuk membiasakan diri dengan pembukuan dan pengelolaan uang prinsip-prinsip dasar dan kegiatan seperti memahami kredit, membaca laporan bank dan formulir pajak, dan membuat evaluasi piutang dan hutang.

Anda juga harus memberikan pertimbangan hati-hati dengan pilihan cara pembayaran pelanggan Anda, termasuk uang tunai, cek, kartu debit, kartu kredit dan pilihan pembayaran online, serta membangun syarat pembayaran dan penagihan utang jika terjadi gagal bayar.

  1. Membuka Rekening Bank

Setelah memilih nama dan mendaftarkan bisnis Anda, Anda akan perlu untuk membuka rekening bank komersial sebagai salah satu dasar cara mengelola keuangan. Menyiapkan rekening bank bisnis mudah. Mulailah dengan memilih bank yang Anda memberikan Anda kemudahan dalam berbisnis. Pada umumnya pada saat , Anda membutuhkan identifikasi pribadi serta identifikasi bisnis Anda kertas pendaftaran dan izin usaha, karena ini biasanya diperlukan untuk membuka rekening bank komersial. Langkah berikutnya adalah untuk deposit dana ke rekening baru Anda.

Jika Anda memiliki kredibilitas yang bagus di mata bank, Anda juga perlu meminta bank untuk melampirkan jalur kredit ke akun Anda, yang dapat sangat berguna ketika melakukan pembelian untuk bisnis atau selama periode penjualan melambat untuk menutupi biaya overhead hingga bisnis Anda naik kembali. Juga pastikan untuk bertanya tentang rekening kartu kredit merchant, rekening debit, dan layanan bisnis kecil lainnya.

  1. Pembukuan

Dasar berikutnya dalam cara mengelola keuangan ialah ketika tiba saatnya untuk menyiapkan buku keuangan Anda, Anda memiliki dua pilihan – melakukannya sendiri atau menyewa seorang akuntan atau admin bagian pembukuan. Anda mungkin ingin melakukan keduanya dengan menjaga buku-buku Anda sendiri dan menyewa seorang akuntan untuk menyusun laporan keuangan akhir tahun dan formulir pajak. Jika Anda memilih untuk menyimpan buku-buku Anda sendiri, pastikan Anda mengerti tentang prinsip-prinsip dasar akuntansi karena bila tidak maka investasi dalam perangkat lunak akuntansi seperti Zahir atau Accurate akan menjadi hal yang tidak terpakai. Namun bila Anda memiliki pemahaman yang cukup atas akuntansi maka program software akuntansi memberikan kemudahan untuk Anda seperti membuat faktur, melacak saldo rekening bank dan informasi merchant account, dan melacak hutang dan piutang.

Ilustrasi: Investopedia

Jika Anda tidak yakin tentang kemampuan pembukuan Anda bahkan dengan bantuan perangkat lunak akuntansi, Anda mungkin ingin menyewa akuntan untuk melakukan buku Anda secara bulanan dan akuntan untuk mengaudit buku-buku triwulanan dan menyiapkan laporan bisnis akhir tahun dan pajak kembali. Untuk menemukan seorang akuntan atau pembukuan Anda dapat menghubungi FMB Consultant.

Demikian artikel “Cara Cerdas Mengelola dan Menyimpan Uang” bagian pertama. Follow our blog and LinkedIn for more updates!

Read more

Bagaimana Memulai Usaha?

Apa usaha untuk memulai usaha?

Nah ‘lho, semakin kesini rasanya semakin bingung untuk menjadi wirausaha, atau bahasa bekennya entrepreneur. Kebingungan ini terpikirkan untuk ditulis setelah percakapan saya dengan para mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di selatan Jakarta, dua minggu yang lalu. Waktu itu saya berkesempatan menjadi pembicara di event Universitas tersebut.

Iseng-iseng saya tanya para mahasiswa tersebut, “Kalau udah selesai kuliah, kalian mau jadi pengusaha ‘gak?” hampir semua serempak menjawab, “Ya iyalah Pak! Pasti mau jadi pengusaha. Kan enak… punya uang banyak, bebas berkreasi, ‘gak disuruh-suruh orang.” Lalu saya kembali bertanya, “Oke kalau begitu, kapan kalian mau mulai jadi pengusaha?” Rata-rata mereka menjawab, “Nanti dulu Pak. Tunggu 5–10 tahun lagi. Kita kerja dulu untuk kumpulin uang yang banyak baru buka usaha. Kalau sekarang mau mulai usaha—kita ‘kan belum punya uang, juga belum ada kesempatan, masih terlalu beresiko!”

Hmm, jawaban yang diberikan sangat menarik. Ternyata memang banyak orang yang masih berpikir kalau memulai usaha itu harus dimulai dari adanya uang. Tapi memang benar begitu? Apa untuk memulai usaha memang benar-benar membutuhkan uang?
Sepertinya, ‘engga tuh, Bill Aulet (Direktur Martin Trust Center of Entrepreneurship di MIT) mengutarakan bahwa ada tiga hal utama yang bisa dijadikan dasar untuk memulai sebuah usaha :

1. IDE, usaha dapat kita mulai saat kita punya ide bagus untuk menyelesaikan atau memperbaiki permasalahan yang kita paham betul. Ambil contoh Steve Jobs, dia muak akan industri komputer di tahun 70-an yang didominasi oleh komputer mainframe besar yang hanya bisa dipakai oleh pekerja perusahaan besar. Steve pun punya ide untuk membuat perangkat komputer yang bisa digunakan oleh semua orang. Didasari ide tersebut dan dibantu oleh Steve Wozniak, Steve Jobs menciptakan sebuah perangkat komputer kecil yang bisa dipergunakan oleh semua orang di dunia. Sebuah ide yang akhirnya memulai revolusi besar di dunia perangkat komputer.

2. KEAHLIAN, usaha juga dapat dimulai bila anda punya keahlian khusus yang bisa dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Coba kita lihat bagaimana McKinsey—salah satu firma manajemen terbesar didunia, dimulai. James O. McKinsey mendirikan McKinsey & Co pada tahun 1926. James meninggalkan karirnya sebagai profesor akuntansi di Universitas Chicago untuk membangun sebuah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dan penganggaran—dua hal yang dia tahu dia kuasai benar, untuk perusahaan-perusahaan di Amerika. James bertekad untuk menggunakan keahlian dia untuk membantu manajemen senior di perusahaan-perusahaan Amerika memecahkan masalah bisnis mereka. Dan sekarang, hampir semua eksekutif perusahaan besar di dunia memperhatikan nasehat bisnis atau artikel McKinsey sebelum mereka membuat keputusan penting.

3. TEKNOLOGI, usaha dapat dimulai segera ketika kita menciptakan sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk menciptakan efek positif di lingkungan sekitar kita. Cerita paling cocok untuk menggambarkan bagaimana teknologi bisa menjadi awal sebuah bisnis adalah bagaimana Sergey Brin dan Larry Page memulai Google. Sebagai mahasiswa Doktoral jurusan Ilmu Komputer di Stanford University, Sergey dan Larry memutuskan untuk menulis desertasi mengenai algoritma matematis dari world wide web yang akhirnya memungkinkan mereka menciptakan sebuah teknologi (program komputer) untuk mengelompokkan website-website ‘situs-situs laman’ di internet berdasarkan kata kunci tertentu. Cerita lengkapnya saya pikir semua orang yang menggunakan internet pasti tahu, kalau tidak tahu, just Google it!

Ketiga hal dasar yang Bill nasehatkan diatas, sama sekali tidak menyebutkan uang sebagai prasyarat untuk memulai usaha. Tiga hal yang Bill sebutkan adalah sesuatu yang sudah dimiliki (inner properties) seorang calon pengusaha. Semua orang di dunia ini pasti punya ide, keahlian maupun teknologi yang bisa menyelesaikan banyak masalah di dunia.

Sekarang real deal-nya adalah, “Apakah calon pengusaha tersebut mau, berani dan fokus untuk menjadikan ide, keahlian dan teknologi tersebut menjadi sebuah bisnis?”

Tidak seperti anggapan banyak orang, halangan paling utama dari seseorang yang ingin memulai bisnis adalah tidak adanya keberanian dan fokus. Punya uang yang banyak pun tidak menghilangkan halangan tersebut. Justru kalau kita sudah punya uang banyak dari hasil kita bekerja, biasanya kita menjadi semakin takut untuk memulai usaha sendiri karena kita takut kehilangan uang tersebut. Jadi, kunci “usaha” untuk memulai usaha itu cuma dua :
(1) Lihat diri sendiri, “Apakah saya punya IDE, KEAHLIAN atau TEKNOLOGI?”
(2) Lihat sekeliling anda, “Apakah ada masalah yang bisa diselesaikan oleh saya?”
Sisanya..KEBERANIAN MEMULAI dan FOKUS.

Tentang Penulis
Apung Sumengkar adalah praktisi dengan spesialiasi di manajemen strategi dan kewirausahaan. Lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia, International MBA program dari RSM – Erasmus University, dan saat ini sedang mengikuti program Doktor Manajemen Stratejik di Universitas Indonesia.

Twitter: @apungsumengkar

LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/apung-sumengkar

Read more