UMKM cenderung selalu membuat kesalahan yang dapat memcelakai anggota tim dan bisnis mereka. Tentu, adalah hal yang tidak realistis untuk mengharapkan bisnis apapun dapat berjalan tanpa masalah. Namun, jika Anda dapat mempelajari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis dan profesional yang sudah mengalaminya, maka Anda dapat menghindari kebiasaan buruk yang dapat merugikan bisnis Anda.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang acap kali dilakukan oleh bisnis UMKM dan bagaimana cara mengatasinya.

Mengotak-ngotakkan Pegawai

Anda telah mendengar semua generalisasi tentang hal ini: Generasi Milenial malas bekerja. Generasi Baby Boomer tidak inovatif. Semua generalisasi tersebut tidak hanya menyinggung pegawai Anda, namun juga akan membuat bisnis Anda kehilangan suasana tim kerja yang baik.

Hal ini akan menyebabkan konotasi negatif sejak awal pada bisnis Anda. Orang  dapat merasakan ketegangan yang ada saat mereka pertama kali masuk dan pemilik bisnis sudah menetapkan bagaimana etika kerja yang ada dan bagaimana mereka saling bekerja sama

Solusi: Setiap bisnis sudah seharusnya mempekerjakan pegawai sesuai dengan kemampuan mereka, daripada berasumsi menurut usia atau urutan generasi. Karena faktanya, Anda dapat membangun tim multi-generasi,  bisnis Anda dapat diuntungkan dari suasana dan kondisi kerja yang sangat beragam.

Berikan pegawai Anda kesempatan untuk menunjukkan dirinya. Setiap generasi pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dan saat mereka semua bekerja sama adalah saat Anda mendapatkan hasil terbaik.

Memotong Harga untuk Bersaing

Saat mengalami kompetisi yang sengit, UMKM akan sangat tergoda untuk dengan mudahnya memotong harga produk atau jasa mereka agar lebih menarik konsumen. Namun, UMKM hanya akan mencederai bisnis mereka, karena perusahaan besar biasanya lebih memilih untuk kalah bersaing dan mempertahankan harga yang ada. Sehingga memotong harga sedemikian rupa tidak pernah menjadi solusi yang baik untuk UMKM.

Solusi: Daripada memotong harga habis-habisan, lebih baik Anda fokus pada menambah nilai pada produk atau jasa dengan banyak cara. Konsumen cenderung bersedia untuk membayar lebih untuk sesuatu yang menawarkan pengalaman baik. Jadi, kenali konsumen Anda dan cari tahu apa yang mereka inginkan dari sebuah pembelian.

Setiap pramuniaga akan mengatakan bahwa orang membeli sesuatu yang membuat mereka merasa baik. Anda harus mengajak berbicara satu persatu konsumen Anda dan menjadi kawan mereka untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dan apa yang dapat mereka adaptasi dan sesuaikan dalam jentikan jari.

Terlalu Cepat Puas

Berhasil itu sangat menyenangkan. Namun itu bukan berarti Anda dapat segera puas setelah mencapai tujuan kecil bisnis Anda. Beberapa UMKM selalu jatuh pada lubang yang sama, setelah mereka mencapai keberhasilan yang samar. Ini dapat menuntun bisnis Anda jatuh jauh ke belakang dari kompetisi dan perlahan-lahab menjadi tidak relevan.

Solusi: Selalu ingat motivasi yang Anda miliki saat Anda baru saja memulai bisnis. Dan saat Anda mengandalkan para manajer dan anggota tim bisnis untuk membantu operasional keseharian bisnis, Anda harus selalu tetap perhatikan arah tujuan dari bisnis Anda.

Anda harus selalu merasa lapar dan menyimpan rasa lapar yang telah membawa bisnis Anda ke posisinya sekarang. Setiap pengusaha pasti merasakannya. Hal inilah yang membuat mereka memulai bisnis UMKM-nya. Namun, seiring bisnis yang bertambah besar dan besar, UMKM cenderung kehilangan pendekatan personalnya. Padahal mereka perlu memiliki inspirasi dari apa yang ada di balik pergerakan bisnis.

Menangani Isu Performa Pegawai dengan Cara yang Sama

Seiring tim Anda berkembang, Anda mungkin akan membuat bagian kepegawaian untuk menangani perekrutan dan hal kepegawaian lainnya. Namun, Anda harus berhati-hati untuk tidak terjebak dalam menangani semua isu performa kerja dengan cara yang sama. Ini justru akan membuat pegawai merasa lebih buruk dan berpotensi mengalami isu-isu lainnya yang akan berdampak pada performa kerja mereka.

Solusi: Daripada menyelesaikan semua permasalahan kepada bidang kepegawaian/personalia, Anda lebih baik berbicara dengan pemimpin tim yang mengalami masalah tersebut secara langsung. Hal ini tidak perlu berupa pembicaran kedisiplinan. Anda cukup mengajak para manajer dan pemimpin tim untuk bercerita dan tanya apabila mereka membutuhkan sesuatu. Menunjukkan dukungan emosional dan motivasional terkadang dapat lebih membantu daripada formulir kedisiplinan/surat peringatan.

Mengikuti Saran yang Umum

Ini bukan berarti bahwa Anda dilarang mengikuti saran bisnis apapun. Namun, banyak saran-saran bisnis di luar sana yang belum tentu cocok untuk diterapkan pada bisnis Anda. Dan mengikuti saran-saran umum tersebut dapat membawa Anda kepada kesalahan-kesalahan.

Solusi: Jika Anda mendengar atau membaca suatau saran atau rencana bisnis yang sepertinya tidak cocok untuk bisnis Anda, maka Anda tidak perlu mengikutinya. Ikutilah insting Anda atau carilah saran ahli dari profesional yang dapat memberikan Anda saran sesuai dengan kondisi bisnis UMKM Anda.

Setiap situasi adalah berbeda. UMKM dan perusahaan besar semua memiliki karakternya masing-masing dan harus melakukan yang terbaik untuk bisnis mereka. Dan keberhasilan utama dari seorang konsultan adalah mencari cara untuk meningkatkan setiap bisnis kliennya.

Artikel ini diterjemahkan oleh tim FMB Consultant dan dikutip dari Small Biz Trends.