Alibaba-Emprendimiento

Strategi Baru Jack Ma membangun ‘Ekonomi Alibaba’

Hanya selang beberapa hari setelah mengumumkan peresmian laboratorium teknologi dan investasi $15 milyar dolar untuk riset dan pengembangan, e-commerce raksasa Alibaba pun mengungkapkan tujuannya untuk membesarkan ‘Ekonomi Alibaba (Alibaba Economy)’ dan mengutarakan ambisinya mendukung lima elemen strategi baru (Five New Strategy) untuk beberapa dekade mendatang.

Di sebuah surat yang berjudul: “2017 Letter to Shareholders,” Jack Ma, chairman eksekutif dari Grup Alibaba ini menekankan bahwa “sementara public shareholders mengharapkan perusahaan untuk meraih keuntungan,  raison d’être (tujuan) kita tidak dapat hanya untuk membuat uang semata.”

Surat yang ditulisnya: “E-commerce sangat cepat berkembang menjadi “Retail Baru (New Retail)”. Batas antara perdagangan luring (offline) dan daring (online) akan hilang seiring fokus kita untuk memenuhi kebutuhan unik setiap konsumen. Di Tiongkok, inisiatif New Retail telah terbentuk menjadi landasan untuk “Five New Strategy” kita, yang terdiri dari New Retail, New Finance, New Manufacturing, New Technology dan New Energy.”

Melalui hal ini, Alibaba menempatkan dirinya menjadi sebuah platform yang dapat menciptakan  100 juta lapangan pekerjaan, melayani dua milyar konsumen dan mendukung 10 juta bisnis UMKM yang menguntungkan. Pada 2036,  ia mengatakan bahwa infrastruktur Alibaba akan mendukung aktivitas perdagangan dengan kombinasi nilai transaksi yang akan berperingkat lima-terbesar di ekonomi dunia.

Menurut Jack Ma, tekanan pemerintah Tiongkok untuk “Belt and Road Initiative” menghadirkan kesempatan langka untuk Alibaba mengembangkan kerajaan bisnisnya di kancah internasional.

Ia mengklaim: “New Retail akan merestrukrisasi rantai suplai global dan mengganti sifat globalisasi dari dominan perusahaan besar kepada UMKM.”

Alibaba juga akan menggunakan kekuatan teknologi untuk pengembangan daerah pedesaan di Tiongkok ke depannya. Jack menuliskan: “Jika Alibaba dapat membantu daerah pedesaan dan daerah miskin di seluruh wilayah Tiongkok untuk membantu memperbaiki kondisi mereka dengan teknologi, maka kita akan mendapat kesempatan sama untuk membantu daerah lainnya di seluruh dunia. Teknologi tidak harus selalu menjadi kambing hitam dalam buruknya kondisi kesenjangan ekonomi di dunia.”

“Saya percaya bahwa ada kesempatan lapang untuk membantu meringankan kemiskinan dan mengkatalisis perkembangan ekonomi di daerah pedesaan Tiongkok melalui teknologi dan inovasi. Ini adalah kesempatan kita untuk menunjukkan kemampuan kita yang sesungguhnya.”

 

Artikel ini adalah terjemahan berita dari sumber The Drum.

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *