Credit: tagxedo.com

Peranan Pemerintah untuk Mengembangkan UMKM di Indonesia

Di salah satu tulisan saya sebelumnya, saya menyatakan bahwa untuk menjadi negara maju, pemerintah kita perlu memberi dukungan dan menstimulasi tumbuhnya wirausaha atau pemilik UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Kok begitu? Kenapa untuk maju, Indonesia perlu banyak wirausaha atau UMKM? Apa hubungan antara banyaknya jumlah wirausaha atau UMKM di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi (pendapatan) negara kita? Bukannya malah dengan semakin banyaknya wirausaha / UMKM, ekonomi kita akan semakin beresiko? Bukannya banyak wirausaha yang bangkrut dan akhirnya malah menyusahkan negara? Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin muncul di pikiran kita pada saat saya bilang untuk menjadi negara maju, negara kita perlu memperbanyak jumlah wirausaha.

Untuk itu mari kita coba kupas satu-satu, kenapa, apa dan bagaimana peranan pemerintah kita seharusnya untuk menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan dan UMKM di Indonesia.

 

1.   UMKM mendominasi perekonomian Indonesia

Data Kementerian Koperasi dan UMK di tahun 2012 menyebutkan bahwa sektor UMKM itu menyumbang sekitar 59.03% dari GDP Indonesia dan menyerap 97.16% tenaga kerja (sekitar 107 juta tenaga kerja).

Sumber : Kementerian Koperasi dan UMKM (2012)

Dari data diatas kita bisa lihat betapa pentingnya kontribusi UMKM untuk perekonomian Indonesia. Namun sayangnya besarnya peranan UMKM ini belum didukung oleh pemerintah Indonesia yang bisa dilihat dari belum meratanya akses UMKM ke lembaga keuangan, hanya sekitar 25% (13 juta) pelaku UMKM yang mendapatkan akses ke lembaga finansial (bank).

Padahal dengan dukungan pemerintah dan program pengembangan keahlian yang tepat, UMKM Indonesia tidak hanya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar tapi juga menciptakan tenaga kerja yang berkeahlian dan berpenghasilan tinggi

 

2.   Faktor kunci pertumbuhan kewirausahaan / UMKM

Setelah tahu kalau wirausaha itu memang penting untuk ekonomi Indonesia, pertanyaan selanjutnya mungkin hal – hal apa sih yang harus diperhatikan untuk menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia?

Menurut Monitor Deloitte, perusahaan konsultan manajemen terkemuka dunia, untuk menumbuhkan kewirausahaan ada 4 (empat) faktor utama yang diperlukan yaitu : (1) tenaga kerja, (2) modal yang tidak harus selalu dalam bentuk uang, namun bisa juga dalam bentuk asset intangible seperti merk atau pengetahuan / penemuan yang inovatif, (3) teknologi penunjang seperti internet, dan (4) dukungan regulasi dari pemerintah.

Sumber : Monitor Deloitte

 

3.   Regulasi untuk Pengembangan UMKM

Dukungan regulasi dari pemerintah sangatlah penting untuk pengembangan UMKM. Namun, jenis regulasi seperti apa yang perlu dikeluarkan oleh pemerintah agar dunia kewirausahaan bisa tumbuh pesat di Indonesia?

Menurut Monitor Deloitte, untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan, ada empat hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah Indonesia yaitu

  • Aset Kewirausahaan, pemerintah mengatur agar UMKM bisa meningkatkan aset yang mereka miliki melalui akses ke pembiayaan, peningkatan kapabilitas / keahlian serta penguatan infrastruktur pendukung & teknologi  
  • Layanan Bisnis, pemerintah menyediakan layanan penunjang berupa program pendampingan, pengembangan bisnis dan komersialisasi teknologi
  • Akselerasi Bisnis, pemerintah membantu UMKM untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis melalui pemberian insentif pajak / fiskal, menumbuhkan iklim persaingan yang sehat dan memotong biaya administrasi yang tidak perlu
  • Motivasi, pemerintah merubah / membentuk pola pikir yang positif tentang wirausaha.

Sumber : Monitor Deloitte

Nah, setelah pemaparan diatas, saya harap semakin banyak orang mengerti tentang pentingnya UMKM untuk Indonesia dan memiliki pengetahuan yang lebih mendalam lagi tentang inisiatif-inisiatif yang perlu dilakukan pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju. #IndonesiaBisa #UMKMKuat #YukBerwirausaha

Artikel ini pertama kali ditulis di laman LinkedIn resmi Apung Sumengkar.

 

Tentang Penulis

Apung Sumengkar adalah praktisi dengan spesialiasi di manajemen strategi dan kewirausahaan. Lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia, International MBA program dari RSM – Erasmus University, dan saat ini sedang mengikuti program Doktor Manajemen Stratejik di Universitas Indonesia.
Twitter: @apungsumengkar LinkedIn: Apung Sumengkar

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *