Pajak-Hadiah-Turnamen-Esport-FMB-Partner

Pajak Penghasilan Hadiah Turnamen E-sport

Tidak dapat dipungkiri bahwa online game pada saat ini menjadi fenomena di masyarakat. Kini, game tidak hanya diminati oleh anak-anak dan remaja saja, melainkan hingga usia dewasa-menengah. Hal ini juga mengubah sentimen game yang pada awalnya hanya sebagai hobi dan hiburan. Karena pada saat ini, game telah menjadi sebuah bidang pekerjaan atau profesi dalam naungan industri electronic sport atau singkatnya, e-sport.

Perkembangan e-sport di Indonesia semakin membaik dengan diadakannya kejuaraan pertama ESL Indonesia oleh perusahaan terbesar e-sport gaming pada 15 September lalu dan akan mendatangkan musim kejuaraan kelas internasional lainnya pada masa mendatang. Tidak sedikit juga perusahaan dalam negeri dari bidang industri lain yang mengadakan turnamen saat ini guna mendukung suksesnya e-sport di Indonesia, baik itu dari segi engagement dengan pemain profesional maupun perusahaan e-sport itu sendiri.

Maraknya turnamen e-sport pada saat ini juga merupakan besarnya antusias yang diberikan oleh komunitas e-sport tersendiri. Para gamers membentuk suatu komunitas untuk mendukung game yang dia mainkan dan bahkan pemain profesional yang disukai.

Turnamen e-sport ini pun tidak luput dari sorotan hadiah ratusan juta yang selalu menjadi daya tarik industri ini. Namun masih banyak pemenang turnamen e-sport ini baik umum hingg pemain profesional yang tidak mengetahui bahwa hadiah turnamen ini bukanlah sekadar menang game.

Karena ketika sebuah tim e-sport memenangkan hadiah turnamen maka pihak penyelenggara turnamen memiliki kewajiban untuk memotong hadiah tersebut dengan Pajak Penghasilan sesuai dengan ketentuan UU Pajak Penghasilan dengan memperhatikan kriteria subjek dan objek Pajak Penghasilan. Berikut adalah tulisan kami mengenai “Pajak Penghasilan Hadiah Turnamen E-sport”.

Pajak-Hadiah-Turnamen-Esport-FMB-Partner

Pada umumnya, subjek pajak dalam pemberian hadiah turnamen e-sport dapat diidentifikasi melalui surat pernyataan penerima hadiah. Pihak yang ditunjuk sebagai perwakilan dan bertanggung jawab untuk penerimaan hadiah dari anggota tim merupakan subjek pajak pemotongan Pajak Penghasilan hadiah turnamen tersebut.

Subjek pajak menurut UU PPh Pasal 2 ayat (1) terdiri dari:

  1. Orang pribadi, contoh : team leader, team manager, coach, atau team member.
  2. Badan, contoh : Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, atau bentuk badan lainnya.
  3. Bentuk usaha tetap, contoh : Kantor Perwakilan Asing (jarang terjadi).

Lalu, objek Pajak Penghasilan hadiah turnamen menurut PER-11/PJ/2015 Pasal 3 dipotong sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Orang pribadi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dari nilai hadiah.
  2. Badan dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 dari nilai hadiah.
  3. Bentuk usaha tetap dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 dari nilai hadiah.

Berikut ini merupakan tabel ringkasan ketentuan pemotongan Pajak Penghasilan hadiah turnamen e-sport:

Contoh kasus:

Jika sebuah tim memenangkan hadiah turnamen senilai Rp.350.000.000,00, dan pada surat pernyataan penerimaan hadiah tertulis pihak yang ditunjuk sebagai perwakilan dan bertanggung jawab sebagai penerima hadiah adalah:

  1. Team manager, team leader, coach, atau team member

Maka ketentuan penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan hadiah turnamen tersebut adalah sebagai berikut:

Rp.50.000.000,00    x 5% = Rp.2.500.000,00

Rp.200.000.000,00   x 15% = Rp.30.000.000,00

Rp.100.000.000,00   x 25% = Rp.25.000.000,00 +

Total pemotongan PPh      = Rp.57.500.000,00

Sehingga hadiah yang diterima setelah pemotongan PPh adalah senilai Rp.292.500.000,00. Jika tidak memiliki NPWP maka pemotongan lebih tinggi 20%, sehingga pemotongan PPh menjadi Rp.69.000.000,00 dan hadiah yang diterima setelah pemotongan PPh adalah senilai Rp.281.000.000,00.

Atas pemotongan ini, penyelenggara wajib memberikan bukti potong PPh Pasal 21 kepada wakil yang ditunjuk sebagai penerima hadiah yang wajib dilapor oleh wakil penerima hadiah melalui SPT Tahunan wakil tersebut.

  1. Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, atau bentuk badan lainnya dan Kantor Perwakilan Asing (bentuk usaha tetap)

Maka ketentuan penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan hadiah turnamen tersebut adalah sebagai berikut:

Rp.350.000.000,00   x 15% = Rp.52.500.000,00

Sehingga hadiah yang diterima setelah pemotongan PPh adalah senilai Rp.297.500.000,00. Jika tidak memiliki NPWP maka pemotongan lebih tinggi 100%, sehingga pemotongan PPh menjadi Rp.105.000.000,00 dan hadiah yang diterima setelah pemotongan PPh adalah senilai Rp.245.000.000,00.

Atas pemotongan ini, penyelenggara wajib memberikan bukti potong PPh Pasal 23 kepada wakil yang ditunjuk sebagai penerima hadiah yang wajub dilapor oleh wakil penerima hadiah melalui SPT Tahunan wakil tersebut.

Artikel pajak ini ditulis oleh:

Albertus, B.M.
Konsultan Pajak FMB Partner

FMB Partner menyediakan jasa penghitungan, pelaporan pajak lengkap dengan penghitungan risiko perpajakannya. Sebelum terhambat, sebelum terlambat, sila tanya dan hubungi kami di 021-5082-0033 atau admin@fmbpartner.com

Follow us on FMB Partner social media pages:

Facebook Page

FMB Partner IG Page

FMB&Partner Law Firm IG Page

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *