Ilustrasi Pelaporan Pajak - Republika

Kelebihan atau Kekurangan Bayar Pajak? Ini Solusinya

Wajib Pajak (WP) yang mengalami kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan Surat Pemberitahuan (SPT) harus membayar lunas sebelum SPT tersebut disampaikan.

Sebelumnya, WP disarankan untuk membuat e-Filing. Hal ini penting, untuk mempermudah pelaporan pajak. Sehingga, WP tidak perlu datang ke kantor pajak untuk melapor pajak, cukup dengan mengakses djponline.pajak.go.id.

Berikut adalah langkah-langkah pembayaran kekurangan pajak khusus SPT Pribadi:

  1. Datanglah ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) berdomisili atau berdasarkan identitas NPWP Anda, untuk meminta Surat Setoran Pajak (SSP)
  2. Kemudian lakukan pembayaran di Kantor Pos atau di Bank yang telah ditunjuk
  3. Setelah melakukan pembayaran, Anda akan mendapatkan Bukti Penerimaan Negara (BPN)
  4. Kemudian masukan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) ke dalam e-Filing di kolom Surat Transaksi Penerimaan Negara dan isilah tanggal pembayaran
  5. Simpanlah SPT online
  6. Kirimkan SPT kepada KPP
  7. Selesai
Ilustrasi Pelaporan Pajak - Republika

Ilustrasi Pelaporan Pajak – Republika

Adapun mengenai kelebihan pembayaran pajak oleh WP, Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama mengatakan, WP dapat menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi). Dengan catatan, WP tidak memiliki utang pajak lainnya.

DJP Kemenkeu Hestu Yoga mengatakan, “Jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari jumlah pajak yang terutang, wajib pajak dapat mengajukan permohonan restitusi ke DJP melalui KPP tempat terdaftar atau berdomisili,”

Selanjutnya pihak DJP akan melakukan pemeriksaan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB).

Apabila dalam jangka waktu 12 bulan sejak permohonan restitusi dan DJP tidak memberikan keputusan, maka permohonan dianggap dikabulkan, dan SKPLB diterbitkan dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan setelah jangka waktu berakhir.

Dan jika SKPLB terlambat diterbitkan, kepada wajib pajak diberikan imbalan bunga sebesar 2 persen per bulan terhitung sejak berakhirnya jangka waktu satu bulan tersebut sampai dengan saat diterbitkan SKPLB.

Sementara itu, untuk pajak yang seharusnya tidak terutang, WP dapat mengajukan permohonan restitusi ke kantor DJP melalui KPP tempat terdaftar atau berdomisili, apabila terjadi kesalahan pembayaran pajak atas pajak yang seharusnya tidak terutang.

Pihak DJP akan melakukan penelitian terhadap permohonan pengembalian pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak permohonan Wajib Pajak (WP) diterima secara lengkap dan menerbitkan SKPLB bila hasil penelitian tersebut terdapat pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang.

Apabila hasil penelitian tidak terdapat pajak yang seharusnya tidak terutang, maka DJP harus memberitahu secara tertulis kepada wajib pajak.

Guna mendukung program pajak pemerintah pada kuartal 1 2017 ini, FMB Consultant menyediakan jasa pelaporan amnesti pajak, dan SPT Tahunan WP Orang Pribadi yang keduanya akan berakhir pada 31 Maret 2017. Kami telah berpengalaman membantu pelaporan SPT Tahunan dan amnesti pajak baik untuk perseorangan maupun badan pada periode I dan II lalu. Didukung dengan tim yang kompeten, kami dapat membantu proses pelaporan dan perencanaan pajak Anda agar efektif dan efisien.

Untuk diskusi atau informasi lebih lanjut, kunjungi website kami atau hubungi Managing Partner FMB Consultant di ivan@fmbconsultant.com.

Official LinkedIn Page | E-mail: admin@fmbconsultant.com

Comments

  • Chrinstine Reply

    Good insight.

Add your comment

Leave a Reply to Chrinstine Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *