Legal

Diskon Tarif Pajak Penghasilan untuk UKM

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan mengurangi PPh final untuk para merchant yang usahanya di bawah volume untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kementerian Keuangan khususnya Badan Kebijakan Fiskal sedang mengkaji aturan pengenaan pajak yang akan menurunkan PPh final bagi merchant yang memiliki usaha di bawah volume tertentu. Tidak hanya untuk pengusaha daring (online), aturan tersebut juga berlaku bagi toko konvensional.

Nantinya, para pemilik bisnis e-commerce selain menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), mereka juga akan diminta untuk menyetorkan Pajak Penghasilan (PPh) yang telah diberikan diskon pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama  menjelaskan, DJP menargetkan peningkatan basis pajak dari UMKM melalui penurunan tarif PPh Final menjadi 0,5 persen dan batasan omzet PKP UMKM dari semula maksimal Rp 4,8 miliar per tahun.

Penyeragaman PPh final dilakukan untuk memberikan keadilan bagi pelaku UMKM. Beberapa UMKM yang akan didata nantinya antara lain, merchant, marketplace (toko online), Facebook dan Instagram.

Pemerintah akan mengidentifikasi seluruh pelaku dari merchant, toko online, maupun yang sudah melakukan transaksi dari Facebook maupun Instagram. Ini tentu untuk memberikan keadilan dan persamaan perlakukan yang sama kepada yang bekerja di dunia digital dengan menggunakan transaksi digital.

Hestu Yoga mengaku belum dapat menjelaskan secara lebih gamblang mengenai revisi aturan pajak bagi UMKM. Dia hanya memastikan bahwa DJP akan melakukan mitigasi dari risiko yang akan muncul dengan adanya penurunan batasan omzet PKP dan tarif PPh Final UKM.

Adapun aturan penurunan batasan omzet dan tarif pajak bagi UMKM akan keluar setelah payung hukum pajak e-commerce meluncur. Saat ini, aturan pajak e-commerce sudah dalam tahap finalisasi. Prinsip e-commerce ada tiga, yaitu menciptakan level playing field antara online dan konvensional, kesederhanaan dalam pelaksanaan perpajakannya, dan tetap memberikan insentif kepada startup (UMKM).

Sumber: MerdekaLiputan 6

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *