Photo by Michael Timothy.

Bagaimana Memulai Usaha?

Apa usaha untuk memulai usaha?

Nah ‘lho, semakin kesini rasanya semakin bingung untuk menjadi wirausaha, atau bahasa bekennya entrepreneur. Kebingungan ini terpikirkan untuk ditulis setelah percakapan saya dengan para mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di selatan Jakarta, dua minggu yang lalu. Waktu itu saya berkesempatan menjadi pembicara di event Universitas tersebut.

Iseng-iseng saya tanya para mahasiswa tersebut, “Kalau udah selesai kuliah, kalian mau jadi pengusaha ‘gak?” hampir semua serempak menjawab, “Ya iyalah Pak! Pasti mau jadi pengusaha. Kan enak… punya uang banyak, bebas berkreasi, ‘gak disuruh-suruh orang.” Lalu saya kembali bertanya, “Oke kalau begitu, kapan kalian mau mulai jadi pengusaha?” Rata-rata mereka menjawab, “Nanti dulu Pak. Tunggu 5–10 tahun lagi. Kita kerja dulu untuk kumpulin uang yang banyak baru buka usaha. Kalau sekarang mau mulai usaha—kita ‘kan belum punya uang, juga belum ada kesempatan, masih terlalu beresiko!”

Hmm, jawaban yang diberikan sangat menarik. Ternyata memang banyak orang yang masih berpikir kalau memulai usaha itu harus dimulai dari adanya uang. Tapi memang benar begitu? Apa untuk memulai usaha memang benar-benar membutuhkan uang?
Sepertinya, ‘engga tuh, Bill Aulet (Direktur Martin Trust Center of Entrepreneurship di MIT) mengutarakan bahwa ada tiga hal utama yang bisa dijadikan dasar untuk memulai sebuah usaha :

1. IDE, usaha dapat kita mulai saat kita punya ide bagus untuk menyelesaikan atau memperbaiki permasalahan yang kita paham betul. Ambil contoh Steve Jobs, dia muak akan industri komputer di tahun 70-an yang didominasi oleh komputer mainframe besar yang hanya bisa dipakai oleh pekerja perusahaan besar. Steve pun punya ide untuk membuat perangkat komputer yang bisa digunakan oleh semua orang. Didasari ide tersebut dan dibantu oleh Steve Wozniak, Steve Jobs menciptakan sebuah perangkat komputer kecil yang bisa dipergunakan oleh semua orang di dunia. Sebuah ide yang akhirnya memulai revolusi besar di dunia perangkat komputer.

2. KEAHLIAN, usaha juga dapat dimulai bila anda punya keahlian khusus yang bisa dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Coba kita lihat bagaimana McKinsey—salah satu firma manajemen terbesar didunia, dimulai. James O. McKinsey mendirikan McKinsey & Co pada tahun 1926. James meninggalkan karirnya sebagai profesor akuntansi di Universitas Chicago untuk membangun sebuah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dan penganggaran—dua hal yang dia tahu dia kuasai benar, untuk perusahaan-perusahaan di Amerika. James bertekad untuk menggunakan keahlian dia untuk membantu manajemen senior di perusahaan-perusahaan Amerika memecahkan masalah bisnis mereka. Dan sekarang, hampir semua eksekutif perusahaan besar di dunia memperhatikan nasehat bisnis atau artikel McKinsey sebelum mereka membuat keputusan penting.

3. TEKNOLOGI, usaha dapat dimulai segera ketika kita menciptakan sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk menciptakan efek positif di lingkungan sekitar kita. Cerita paling cocok untuk menggambarkan bagaimana teknologi bisa menjadi awal sebuah bisnis adalah bagaimana Sergey Brin dan Larry Page memulai Google. Sebagai mahasiswa Doktoral jurusan Ilmu Komputer di Stanford University, Sergey dan Larry memutuskan untuk menulis desertasi mengenai algoritma matematis dari world wide web yang akhirnya memungkinkan mereka menciptakan sebuah teknologi (program komputer) untuk mengelompokkan website-website ‘situs-situs laman’ di internet berdasarkan kata kunci tertentu. Cerita lengkapnya saya pikir semua orang yang menggunakan internet pasti tahu, kalau tidak tahu, just Google it!

Ketiga hal dasar yang Bill nasehatkan diatas, sama sekali tidak menyebutkan uang sebagai prasyarat untuk memulai usaha. Tiga hal yang Bill sebutkan adalah sesuatu yang sudah dimiliki (inner properties) seorang calon pengusaha. Semua orang di dunia ini pasti punya ide, keahlian maupun teknologi yang bisa menyelesaikan banyak masalah di dunia.

Sekarang real deal-nya adalah, “Apakah calon pengusaha tersebut mau, berani dan fokus untuk menjadikan ide, keahlian dan teknologi tersebut menjadi sebuah bisnis?”

Tidak seperti anggapan banyak orang, halangan paling utama dari seseorang yang ingin memulai bisnis adalah tidak adanya keberanian dan fokus. Punya uang yang banyak pun tidak menghilangkan halangan tersebut. Justru kalau kita sudah punya uang banyak dari hasil kita bekerja, biasanya kita menjadi semakin takut untuk memulai usaha sendiri karena kita takut kehilangan uang tersebut. Jadi, kunci “usaha” untuk memulai usaha itu cuma dua :
(1) Lihat diri sendiri, “Apakah saya punya IDE, KEAHLIAN atau TEKNOLOGI?”
(2) Lihat sekeliling anda, “Apakah ada masalah yang bisa diselesaikan oleh saya?”
Sisanya..KEBERANIAN MEMULAI dan FOKUS.

Tentang Penulis
Apung Sumengkar adalah praktisi dengan spesialiasi di manajemen strategi dan kewirausahaan. Lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia, International MBA program dari RSM – Erasmus University, dan saat ini sedang mengikuti program Doktor Manajemen Stratejik di Universitas Indonesia.

Twitter: @apungsumengkar

LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/apung-sumengkar

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *