Ilustrasi Pelaporan Pajak - Republika

Apa saja Harta yang harus dilaporkan di SPT? Cari tahu di sini

Setiap memasuki kuartal satu, para Wajib Pajak (WP) sibuk menyiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) atas pajak penghasilan pada tahun sebelumnya. Dalam SPT ini, WP melaporkan pajak penghasilan yang telah disetorkan pada tahun sebelumnya. Selain penghasilan, SPT juga merupakan sarana bagi WP untuk melaporkan harta yang dimilikinya.

Tak jarang, musim mengisi SPT ini pun membuat banyak orang bingung mengenai harta apa saja yang perlu dilaporkan dalam SPT. Sebetulnya, berdasarkan ketentuan pajak, Anda perlu melaporkan setiap harta yang kita miliki. Harta yang perlu dilaporkan ini termasuk uang tunai, properti, kendaraan, furnitur, valuta asing, asuransi unit link, saham, dan obligasi. WP perlu melaporkan setiap harta untuk menghindari koreksi pajak.

Sebelum mengisi SPT, ada baiknya setiap WP pribadi melihat statusnya apakah sebagai karyawan atau sebagai pengusaha. Sebab keduanya memiliki form pengisian SPT yang berbeda. Karena tidak sedikit generasi milenial sekarang yang memiliki pekerjaan paruh waktu/bisnis di waktu luangnya. Entah itu menyupir Uber, menyewakan ruangan di AirBnB, ataupun melakukan ulasan produk di YouTube.

Untuk karyawan dengan penghasilan hingga Rp 60 juta per tahun, maka ia melaporkan SPT dengan menggunakan form 1770ss. Sementara untuk karyawan dengan penghasilan di atas Rp 60 juta per tahun, maka ia menggunakan form 1770s. Berbeda dengan wajib pajak yang merupakan pengusaha, maka ia melaporkan SPT dengan form 1770. Bila Anda termasuk ke dalam kategori keduanya–karyawan purna waktu sekaligus pengusaha, maka Anda melaporkan SPT dengan pengusaha yaitu form 1770.

Untuk apa saja harta yang perlu dilaporkan, setelah mengisi SPT dengan form yang sesuai, maka setiap WP perlu mengisi kolom harta. Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pajak, yang termasuk harta di antaranya ialah:

  1. Kas dan setara kas, seperti uang tunai, tabungan, giro, deposito, dan setara kas lainnya.
  2. Piutang.
  3. Investasi, termasuk di dalamnya saham, obligasi, surat utang, reksadana, instrumen derivatif, penyertaan modal dalam perusahaan lain, dan investasi lainnya.
  4. Alat transportasi, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, dan alat transportasi lainnya.
  5. Harta bergerak lainnya, termasuk logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik, kapal pesiar, pesawat terbang, peralatan elektronik, furnitur, dan harta bergerak lainnya.
  6. Harta tidak bergerak, seperti tanah atau bangunan baik untuk tempat tinggal atau usaha.

Peralatan gadget seperti laptop dan smartphone termasuk harta yang dikategorikan sebagai peralatan elektronik. Warisan yang berbentuk harta di atas juga perlu dilaporkan dalam SPT. Perihal warisan, WP harus membuktikan bahwa harta tersebut benar-benar diperoleh dari warisan berdasarkan surat-surat yang legal/sah hukum. Kemudian, jika warisan tersebut belum pernah dilaporkan dan dibayarkan pajaknya, maka anak harus melapor dan membayarkan pajaknya.

Selain harta ada kewajiban (utang) yang harus dilaporkan contohnya pada saat kita mencatat ada harta yang dilaporkan berupa Apartemen. Karena perolehan apartemen tersebut masih dalam proses kredit kepada bank, maka kewajiban WP kepada bank juga harus dilaporkan dalam SPT.

Jenis utang yang harus dilaporkan berupa :

  1. Utang bank/ Lembaga Keuangan bukan bank (KPR, Leasing kendaraan bermotor, dan sejenisnya)
  2. Kartu Kredit
  3. Utang afiliasi (pinjaman dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa)
  4. Utang lainnya

Sementara dalam hal premi asuransi, yang harus dilaporkan ialah premi yang disetorkan sebagai investasi dan pengembangannya. Bagian premi ini bisa ditemui dalam asuransi unit link. Adapun premi yang dibayarkan sebagai proteksi tidak perlu dilaporkan karena itu merupakan biaya yang akan hangus jika nasabah tidak mengalami risiko. Selain premi investasi, klaim asuransi juga perlu dilaporkan dalam kolom harta sebagai uang tunai.

Terkait dengan kendaraan seperti motor dan mobil, diimbau agar WP segera melakukan balik nama pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) jika ingin menjual kendaraan tersebut. Hal ini untuk menghindari pembayaran perpanjangan STNK ketika Anda sudah menjual atau tidak memiliki kendaraan tersebut.

Selain mencantumkan kepemilikan kendaraan dalam SPT, WP juga diwajibkan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang disetorkan kepada pemerintah daerah. Penyetoran pajak kepada daerah ini tidak perlu dicantumkan dalam SPT karena SPT adalah pelaporan pajak kepada pemerintah pusat.

Sementara dalam kepemilikan properti, seorang WP akan dikenakan PPh jika ia menjual atau menyewakan properti kepada pihak lain.

  • Besaran PPh final atas penghasilan dari pengalihan harta atau bangunan ialah 5%
  • Besaran PPh final atas penghasilan dari persewaan properti kepada pihak lain ialah 10%

Di samping pajak kepada pemerintah pusat, pemilik properti juga dikenakan pajak pemerintah daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kemudian, properti juga mengenal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan satu kali pada saat membeli properti baru baik dari developer maupun dari perorangan. Ada pula Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang berlaku untuk pembelian properti yang memenuhi kriteria barang mewah.

Lantas, bagaimana jika tidak melapor?

Di Indonesia, pelaporan pajak WP menganut sistem self assessment, alias pelaporan pajak berdasarkan taksiran sendiri. Artinya, setiap WP dapat saja tidak melaporkan seluruh penghasilan dan hartanya. Namun, hal ini akan berisiko di kemudian hari, karena petugas pajak akan menilai, apakah mungkin seorang WP setiap tahun menambah aset tapi tidak seimbang dengan penghasilannya.

Setiap WP sejatinya dapat melakukan pembetulan SPT setiap tahun. Dalam pembetulan SPT tersebut, WP tidak akan dikenakan denda atas harta yang ia miliki sejak lama jika harta tersebut berasal dari penghasilan yang sudah dilaporkan dan dibayarkan pajaknya.

Namun, jika dari harta ini WP memperoleh penghasilan tambahan namun ia belum membayarkan pajaknya, maka pada saat pembetulan SPT, akan terjadi kurang bayar atas penghasilan yang belum dibayarkan pajaknya tersebut. Dalam hal ini, maka WP akan dikenakan denda 2% setiap bulan selama maksimal dua tahun.

Nah, apakah Anda sudah siap melaporkan SPT tahun lalu?

Protect and Brand Your Business

Pajak memang cukup membingungkan untuk para karyawan, wirausaha, atau keduanya yang sudah sibuk mengurus pekerjaan juga bisnisnya. Untuk itulah peran akuntan publik dan konsultan pajak yang mengenali bisnis Anda dengan baik, dan memahami keuangan Anda dengan cermat, akan selalu membantu dan menyelesaikan pekerjaan pajak Anda tanpa perlu khawatir.

Para akuntan dan konsultan, telah mengetahui dan terlatih untuk terus memperbarui informasi mereka tentang pajak, dan mana diantara informasi itu yang dapat memajukan bisnis Anda. Memiliki saran dari para profesional tentu sangat membantu bisnis Anda untuk berkembang baik di dunia kerja dan pemerintah.

Guna mendukung program pajak pemerintah pada kuartal satu 2017 ini, FMB Consultant menyediakan jasa pelaporan SPT Tahunan WP Pribadi dan WP Badan yang keduanya akan berakhir pada 30 April 2017. Kami telah berpengalaman membantu pelaporan SPT Tahunan dan amnesti pajak baik untuk perseorangan maupun badan. Didukung dengan tim yang kompeten, kami dapat membantu proses pelaporan dan perencanaan pajak Anda agar efektif dan efisien.

Untuk diskusi atau informasi lebih lanjut, hubungi Managing Partner FMB Consultant di ivan@fmbconsultant.com.

Official LinkedIn Page | E-mail: admin@fmbpartner.com

 

Sumber: Astralife dan Yahoo Finance

Comments

  • darrell Reply

    Thanks for the purpose of delivering this kind of superb write-up.

  • Octavio Reply

    Really liked this post, this is the first time Ive left a comment but I have activated and shared it with my social media friends — good luck with the blog.

  • Carma Reply

    Hi there this is kind of of off topic but I was wanting to
    know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
    I’m starting a blog soon but have no coding skills so I wanted to get guidance from someone with experience. Any help would be greatly appreciated!

  • max Reply

    Does your site have a contact page? I’m having trouble locating it but, I’d like to shoot you an email.
    I’ve got some suggestions for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great blog and I look forward to seeing it grow over time.

  • dwayne Reply

    As the admin of this web site is working, no uncertainty very rapidly it will be well-known, due to its feature contents.

  • Taylor Reply

    Thanks for outstanding post. Keep us posted.

  • Willis Reply

    Thank you for sharing superb information. Your web-site is so cool. I am impressed by the details that you have on this blog. It reveals how nicely you understand this subject. Bookmarked this web page, will come back for extra articles.

Add your comment

Leave a Reply to Carma Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *