180509-FMB-Partner-Merged-Branding

7 Cara Jitu Menggabungkan Brand Personal dan Profesional

Jika Anda beruntung, akan ada saatnya dalam karir Anda ketika hal-hal yang Anda sukai dan hal-hal yang Anda lakukan demi pekerjaan memiliki lebih banyak kesamaan. Jika Anda mendekati titik itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggabungkan merek ‘brand’ pribadi Anda dan citra profesional yang Anda telah ciptakan selama bertahun-tahun untuk pekerjaan Anda menjadi sebuah brand yang baru dan tetap merepresentasikan Anda.

Prospek, klien, dan mitra konten akan memahaminya: Anda adalah brand; Anda mewakili sebuah brand; tetapi Anda juga seseorang – dan itu sebenarnya dapat diterima sekarang. Berikut ini adalah cara merencanakan dan menerapkan penggabungan brand yang sukses dalam 7 langkah.

Evaluasi Keuntungan dari Penggabungan Brand Pribadi dan Profesional

Bagi sebagian orang, menggabungkan brand pribadi dan profesional mereka adalah hal yang tidak mungkin. Jika Anda seorang Jaksa dan juga seorang blogger ibu, brand Anda mungkin tidak dapat tergabung dengan baik. Namun jika Anda seorang ahli hukum keluarga dan Anda memiliki blog mommy yang mencakup pengasuhan anak tunggal, maka brand profesional dan pribadi Anda siap mendukung satu sama lain dengan menunjukkan keahlian Anda dengan cara yang informatif, menarik, dan tulus.

Jika Anda ingin menggabungkan brand Anda tetapi tidak melihat hubungan atau koneksi di antara brand pribadi dan karir, itu adalah indikasi Anda belum cukup melakukan apa yang menjadi hobi atau yang Anda sukai sebagai karir penuh waktu— dan itu tidak apa-apa. Namun seperti halnya contoh ahli hukum di atas, Anda dapat membentuk brand Anda cukup sering untuk membuat penggabungan yang alami.

Tentukan Nilai Brand Pribadi Anda

Untuk menentukan nilai dari brand pribadi, Anda dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk membuat brand pribadi Anda?
  • Berapa banyak uang yang Anda hasilkan dari brand Anda, dengan asumsi penghasilan tahunan dan/atau tarif  per jam Anda?
  • Berapa jumlah yang dapat membuat Anda meninggalkan brand pribadi Anda?

Ini akan membantu Anda untuk menemukan nilai profesional Anda yang sejujurnya. Ini juga dapat membantu untuk mengevaluasi konten Anda saat perusahaan tertarik untuk membeli hak cipta Anda.

Beritahu Atasan Anda

Klien atau perusahaan tempat Anda bekerja mungkin tidak menginginkan Anda untuk memiliki brand pribadi yang gemerlap di media sosial apapun. Atasan Anda mungkin akan menganggap bahwa brand pribadi Anda adalah aset. Beberapa perusahaan kehilangan kesempatannya saat bersikukuh dengan kondisi ini, berasumsi bahwa karyawan berusia 20-an yang memiliki kehadiran dengan baik di media sosial adalah ide berbahaya jika mengikat dengan brand perusahaan/profesional mereka.

Setelah Anda membuat keputusan untuk menggabungkan kehadiran brand pribadi dan profesional Anda menjadi satu, Anda memiliki tiga opsi:

  • Berikan kesempatan perusahaan tempat Anda bekerja untuk mengembangkan brand Anda dan begitupun sebaliknya.
  • Sepenuhnya pisahkan brand pribadi Anda dengan perusahaan Anda (dan jika, ini satu-satunya opsi Anda, jangan terbiasa untuk membantu terlalu sering dan secara cuma-cuma).
  • Carilah perusahaan baru, perlebar sayap karir Anda, atau sepenuhnya menjadi pekerja lepas ‘freelance’.

Ketiga opsi ini juga bergantung pada tingkat kepercayaan di antara Anda dan perusahaan tempat Anda bekerja. Diperlukan saling kepercayaan bahwa brand Anda akan dihargai dan dihormati, dan tidak ada pihak yang akan melukai representasi / citra masing-masing pihak. Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka juga akan sangat membantu.

Peresmian

Jika Anda memiliki kesempatan, buatlah kegiatan peresmian. Dalam pemasaran ‘marketing’, banyak orang yang bekerja untuk korporasi atau UMKM yang tetap mengerjakan pekerjaan lepas, berpartisipasi pada hobi yang menyenangkan, atau meluncurkan bisnis mereka sendiri yang tidak saling bertentangan.

Semangat ‘passion’ sangat penting untuk menjual brand tersebut, dan saat semuanya sudah tergabung, maka sudah saatnya untuk Anda meresmikannya pada sebuah acara.

Buatlah Diagram Venn atau Daftar Saling-Silang ‘Crossover’

Meski apa yang Anda lakukan adalah menyenangkan dan apa yang Anda lakukan sebagai konten pemasaran menjadi hampir sulit dipisahkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan lebih pada setiap kategori— dan aspek yang dimainkan dapat menyediakan nilai maksimal untuk para pendengar / pembaca Anda dan masing-masing brand yang Anda miliki.

Sebagai contoh, Anda dapat mencari tahu preferensi pribadi dan hobi-hobi lain yang dimiliki berdasarkan ‘gabungan’ profil publik Anda (brand pribadi dan profesional).

Tentukan Apa yang Disimpan dan Dibuang

Saat Anda akan menggabungkan brand pribadi dan profesional, Anda harus dapat menentukan apa yang akan disimpan dan dibuang. Ini adalah teknik yang sangat bernilai dan sehat untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis.

Sebagai contoh: Anda tertarik dalam hal perawatan hewan peliharaan. Perawatan hewan peliharaan adalah industri dengan keuntungan yang dapat menembus Rp 400 juta setiap bulannya, dan Anda pernah memiliki pekerjaan sebagai penulis komersil berkonten hewan peliharaan. Meski demikian, kini Anda sudah tidak bekerja sebagai penulis komersil lagi—Anda hanya seorang penyayang hewan peliharaan.

Hal ini bukanlah detail ‘buruk’ tentang Anda di media sosial, ataupun kontroversial. Namun, selain dari percakapan di konferensi atau expo hewan yang sesekali terjadi, kecintaan Anda pada hewan peliharaan tidak sama sekali menyentuh kepada karir/ profesionalitas Anda. Sebagai hasilnya, Anda tidak perlu lagi menjadikan diri Anda brand pada area tersebut.

Dari semua hal yang Anda lakukan dalam brand pribadi dan profesional, Anda perlu menyortir beberapa hal, seperti merelakan hobi / ketertarikan Anda dalam perawatan hewan peliharaan sebagai brand  Anda. Adapun beberapa hal yang terlihat dapat saling memuji dan berhubungan dengan brand pribadi dan profesional Anda dapat disimpan. Seperti ketertarikan dalam copywriting yang memiliki aspek storytelling. Sudah bukan pelajaran baru lagi bahwa storytelling sangat penting dan berharga untuk digunakan dalam marketing.

Sudahkah Anda sukses menggabungkan brand pribadi dan profesional Anda? Jika ya, silakan tulis komentar dan berbagi cerita Anda dengan kami!


Artikel ini diterjemahkan dari: “How to Merge Your Personal and Professional Brands in 7 Steps” oleh Tara M. Clapper.

Temukan kabar bisnis terbaru di akun resmi media sosial FMB Partner:

Facebook Page

Instagram Page

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *